IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , » SKK Migas Tolak Perpanjang Kontrak Enam Blok Kontrak Niko

SKK Migas Tolak Perpanjang Kontrak Enam Blok Kontrak Niko

Written By Indopetro portal on Wednesday, 18 February 2015 | 14:23


indoPetroNews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menolak keinginan kontraktor minyak dan gas bumi (migas) asal Kanada, Niko Resources untuk memperpanjang kontrak di enam blok migas yang saat ini masih berstatus sebagai ladang eksplorasi.

Pertimbangan penolakan ini lantaran mereka tak kunjung menemukan sumberdaya mineral di blok ini.

Adapun keenam blok migas itu adalah, Blok Ganal, Blok Bone Bay, Blok West Sageri, Blok Semai V, Blok Seram, dan Blok South Matindok. "Kami tolak perpanjangan karena komitmen tidak tercapai," kata Kepala Subbagian Komunikasi dan Protokoler SKK Migas, Zuldadi Rafli, di Jakarta (18/2)

Dengan begitu, pemerintah akan kembali menawarkan enam blok migas tersebut kepada investor atau kontraktor migas, melalui mekanisme lelang. Hanya pemerintah belum memberikan kepastian kapan akan melelang enam blok tersebut dan siapa saja kontraktor migas yang berminat untuk meneruskan eksplorasi yang telah dirintis Niko Resources.



Vice President and Chief Financial Officer (CFO) Niko Resources Glen Valk dalam pernyataan tertulis akhir pekan lalu menyatakan pihaknya telah berusaha mendapatkan perpanjangan masa eksplorasi pada enam blok migas di Indonesia tersebut. Niko juga mengajukan perpanjangan kontrak yang berakhir November 2014 lalu. Dalam pengajuan kontrak itu Niko meminta perpanjangan masa eksplorasi menjadi 10 tahun atau bertambah empat tahun dari kontrak lama yang sepanjang enam tahun.

Belum ada penjelasan dari Niko Resources mengenai berapa besar investasi yang telah mereka keluarkan selama masa eksplorasi. Selain itu Niko juga tidak memperinci berapa besar potensi sumber daya mineral di enam blok tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Susyanto, menjelaskan saat ini pemerintah memang tengah berupaya untuk menertibkan perizinan dan kontrak eksplorasi minyak dan gas. Hal ini dilakukan agar sumberdaya migas yang ada bisa dioptimalkan.

Namun, demikian memang dalam beleid yang berlaku saat ini, belum ada aturan tentang perpanjangan blok-blok migas yang masih dalam tahap eksplorasi. "Hanya mengatur soal blok migas yang sudah habis masa kontraknya," katanya.

Sebelumnya, pada Oktober 2014 lalu, Niko Resources menjual interest di tujuh blok migas di Indonesia kepada Ophir Energy, yakni West Papua IV, Aru, North Makassar Strait, North Ganal , Obi, Kofiau dan blok Halmahera -Kofiau. Nilai akuisisi US$ 31,3 juta dengan pembayaran lanjutan hingga US$ 56 juta jika eksplorasinya sukses. Penyelesaian transaksi menunggu persetujuan pemerintah. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login