IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Tidak Fair Pertamina Dipaksa Laksanakan Tugas Tapi Dibiarkan Rugi

Tidak Fair Pertamina Dipaksa Laksanakan Tugas Tapi Dibiarkan Rugi

Written By Indopetro portal on Thursday, 12 February 2015 | 09:46

indoPetroNews.com - Kerugian akibat distribusi bahan bakar minyak (BBM) PSO (Public Service Obligation), dinilai oleh pengamat kebijakan energi dari Puskepi, Sofyano Zakaria, merupakan hal yang tidak fair.

Sofyano mengatakan jika Pertamina adalah perusahaan BUMN. Namun Pemerintah seharusnya tetap memberikan keuntungan kepada Pertamina dalam melaksanakan tugas BBM PSO. Sehingga PLN yang juga melaksanakan PSO Listrik, juga diberi keuntungan sebesar 7% oleh Pemerintah.

"Ini artinya Pemerintah harusnya memberi perlakuan yang sama kepada Pertamina," katanya, saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/2).

Menurutnya, Pertamina juga bisa dinilai melanggar UU PT, dan dipidanakan karena bisnis yang rugi dan pada dasarnya Pertamina adalah sebuah perusahaan yang menurut UU PT dan UU BUMN diharuskan memperoleh keuntungan.

"Sangat tidak fair jika Pertamina dipaksa melaksanakan tugas Pemerintah namun ternyata dibiarkan rugi oleh Pemerintah," ujarnya.

Mendistribusikan bbm PSO keseluruh pelosok tanah air, bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak tantangan berat, karena diperlukan kerja keras dan pengorbanan.
Karena Pemerintah harusnya bisa memastikan memberi penugasan pso bbm kepada Pertamina dengan memberikan margin minimal sama dengan PLN.

Menurutnya, apabila minyak tanah menggunakan formula pso lama, 2012 lalu yang tidak diubah, maka Pertamina seharusnya merugi hingga Rp 680 perliternya, sedangkan BBM Solar yang dengan meniadakan subsidi BBN (bahan bakar nabati) karena harga FAME jauh diatas Solar, maka Pertamina merugi karena tidak diganti oleh Pemerintah.

"Kerugian itu diperkirakan berkisar Rp 300 liternya, apalagi jika harga solar diturunkan," katanya.

Untuk menekan kerugian tersebut maka Pertamina terpaksa menghentikan penggunaan FAME, artinya program BBN (energi terbarukan) akan berhenti kecuali Pemerintah dapat memahami kerugian yang terjadi.

Untuk diketahui pula bahwa untuk menyalurkan LPG 3kg keseluruh pelosok Negeri ini, Pemerintah menetapkan formula harga sejak tahun 2009 dan hingga kini belum pernah di ubah. Maka dengan formula harga itu membuat Pertamina hanya mendapat fee sebesar Rp. 34 per kilogram atau sekitar 0,3% setiap kilogramnya.

"Total perkiraan pendapatan Pertamina dari fee penyaluran lpg 3kg untuk tahun 2014 hanya sekitar Rp 180 Miliar, jika formula ini tidak dirubah saya yakin ditahun 2015 ini Pertamina akan mengalami kerugian," tuturnya.

Ini seharusnya jadi perhatian Pemerintah dan juga pihak DPR RI, janganlah Pertamina "ditindas" secara terselubung dengan "mengkebiri" margin yang semestinya pantas untuk diterima Pertamina.

Ini dia daftar Kerugian Pertamina :

2009, alpha BBM Rp 429/liter, Pertamina rugi Rp 4,5 triliun
2010, alpha BBM Rp 566,9/liter, Pertamina rugi Rp 3,34 triliun
2011, alpha BBM Rp 599,4/liter, Pertamina rugi Rp 0,97 triliun
2012, alpha BBM Rp 642/liter, Pertamina rugi Rp 0,84 triliun
2013, alpha BBM Rp 706/liter, Pertamina rugi Rp 0,35 triliun
2014, alpha BBM Rp 745,7/liter, Pertamina rugi Rp 3,92 triliun

(Epan Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login