IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Atasi Kelangkaan Energi, Indonesia Sangat Siap Kelola PLTN

Atasi Kelangkaan Energi, Indonesia Sangat Siap Kelola PLTN

Written By Indopetro portal on Sunday, 8 March 2015 | 08:33

indoPetroNews.com -  Dalam kondisi sumber energi yang serba tidak pasti dan kadang mengalami kelangkaan, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menegaskan bahwa Indonesia mampu dan siap membangun dan mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kesimpulan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Batan, Agus Sumaryanto kepada  Epan Hasyim Siregar dari indoPetroNews.com di Jakarta, Sabtu (7/3). Berikut petikan wawancara:

Pembangunan PLTN sebagai sumber energi masih sebatas wacana. Sebenarnya apa masalahnya ?

Secara pribadi saya katakan bahwa mayoritas masyarakat setuju dengan PLTN. Namun kenapa tidak dilakukan, saya juga tidak mengerti masalahnya kenapa.

Apakah PLTN ini melanggar Undang-undang ?

Tidak, malah sebaliknya. Undang-undang nomor 17 tahun 2007 sudah jelas bahwa rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) menyatakan bahwa pada 2015-2019, PLTN harus sudah beroperasi. Dan itu sudah ada regulasinya. Saya tidak tahu apakah itu mau dilanggar apa gimana. Kemudian jajak pendapat juga menyatakan 60,4 persen masyarakat Indonesia sepakat dengan PLTN.

Mungkin penolakan terjadi karena Indonesia tidak siap?

Itu juga tidak benar. Sebab dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan teknologi, kita sudah sangat siap. Jadi saya tidak tahu harus mulai darimana menjelaskan ini. Tapi bukti bisa sampaikan, reaktor kita yang di Bandung sudah berusia lebih dari 40 tahun dan tidak ada masalah. Kemudian di Yogyakarta juga sudah lebih dari 30 tahun. Di Serpong sudah lebih dari 25 tahun. Semuanya tidak ada masalah. Ini artinya kita siap mengelola PLTN, karena kita tidak punya sejarah masalah dalam mengelola reaktor.

Apa langkah Batan agar PLTN benar-benar dibangun untuk energi ?

Batan mengusulkan dan menginisiasi pembangunan reaktor daya eksperimental. Namun PLTN ini juga tidak berskala besar atau untuk produksi. Reaktor daya eksperimental ini paling hanya 10 MWe (MegaWatt electric). Nanti bisa keluar paling 3 MWe saja. Ini membuktikan kalau kita bisa membangun, mengoperasikan, dan mengelola.

Apa pengembangan daya reaktor eksperimental ini sudah dilakukan ?

Ini sedang kita usulkan. Prinsipnya Bappenas akan mengalokasikan dana untuk itu. Jika Bappenas tidak dapat menganggarkan semuanya, mungkin bisa dimulai dari baseline dulu.

Berapa besar dana dibutuhkan untuk itu ?

Tidak mahal. Angka psikologis Rp.1,8 triliun totalnya dan angka ini tidak ada apa-apanya. Angka ini untuk 3 MWe agar terbukti bahwa Indonesia bisa (membangun dan mengoperasikan PLTN). Sekarang kita urus ijinnya di Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Tapi kalau izinnya lama, ya enggak selesai-selesai. Tapi satu hal, sebenarnya dengan adanya Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2014, intinya siapapun bisa mengajukan izin pembangunan reaktor. Jadi intinya, PLTN ini sudah bisa, baik secara regulasi, jejak pendapat, kesiapan SDM, semua sudah siap pokoknya.

Kalau boleh dijabarkan, tujuan dan manfaat membangun reaktor daya eksperimental ini apa ?

Secara umum ini merupakan kegiatan hilirisasi di sektor energi untuk memenuhi amanat UU 17 tahun 2007. Secara khusus ini bagaimana mendemonstrasikan PLTN kecil dapat beroperasi dengan selamat dan aman dalam jangka waktu yang ditentukan.
Reaktor daya eksperimental akan dikembangkan menjadi master PLTN di Indonesia dengam daya per unit antara 50 - 300 MWe, dan aplikasi panas dengan mempertimbangkan pasar yang cukup luas (daerah penghasil tambang, grid listrik kecil-menengah). Ini juga dikembangkan dengan bahan campuran U-Th-Pu, dimana sumber daya Th di Indonesia cukup potensial. Yang pasti kedepan ini sangat berperan aktif dalam konvensi International pada pengurangan emisi gas rumah kaca.

Lantas, dimana lokasi membangun reaktor daya eksperimental ini ?
Sebelum kesana, saya ingin sampaikan dulu bahwa tim penyiapan (pra-proyek) pembangunan reaktor daya eksperimental sudah ditetapkan pada 14 Februari 2014. Untuk lokasi tapak itu ada di Serpong dan ini sudah disetujui oleh Menristek.

Kalau melihat negara lain, apakah PLTN juga dikembangkan atau justru sebaliknya ?
Perlu diketahui, banyak negara yang mengajukan diri menjadi vendor untuk PLTN di Indonesia. Ada Rusia, Jepang, Korea, Cina, Jerman, Amerika Serikat juga. Ini negara jagoan semua. Bahkan mereka katakan Indonesia tidak usah pake duit dulu dehh.

Apakah penawaran serupa juga dilakukan ke negara lain ?

Iya, negara tetangga kita Vietnam akan membangun 4 PLTN, 2 sudah teken kontrak dan 2 lagi belum. Ini mungkin barangkali yang membuat Indonesia disalip Vietnam. Elektrifikasi kita juga semakin turun.

Apa keunggulan PLTN kalau dikaitkan dengan krisis energi nasional ?

PLTN ini sebenarnya harus dipikirkan. Sebab pemanfaatan energi lain masih kecil-kecil banget. Misal, tenaga air. PLTA di Jatiluhur, Jawa Barat, yang sungainya segitu gede dan disebut terbesar di dunia, ternyata paling hanya menghasilkan daya 150 Kilowatt electric.

Seandainya PLTN bisa dikembangkan, di daerah mana saja yang siap dan aman ?
                                     
Yang kita benar-benar sudah siap itu di Bangka dan Jepara. Dulu masyarakatnya sempat menolak, tapi kan jajak pendapat menunjukkan sebaliknya sekarang. Sebab dari sisi SDM, teknologi, dan site sudah siap. ***
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login