IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Blok Mahakam Dikelola 7 Investor

Blok Mahakam Dikelola 7 Investor

Written By Indopetro portal on Thursday, 12 March 2015 | 15:29

Blok Mahakam
indoPetroNews.com - Pemberian hak partisipasi interest (PI) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Propinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sebesar 10-19 persen untuk mengelola Blok Mahakam, masih dikaji oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM.

Dan sudah dapat dipastikan jika pemberian PI dilakukan, maka secara otomatis terdapat kepastian mekanisme investor yang menjadi mitra Pemda Kaltim untuk mengelola Blok Migas tersebut.

Staf Ahli Menteri ESDM, Said Didu justru mengatakan harus ada kajian awal jika Pemda Kaltim ingin menggandeng investor swasta, karena Menteri ESDM akan mengeluarkan aturan pelarangan menggandeng swasta.

Pasalnya pemerintah tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, yang terjadi pada sektor tambang seperti PT. Newmont Nusa Tenggara, dimana saham yang diberikan digadaikan kepada pihak asing.

"Bahkan, saat itu investor yang digandeng juga tidak punya duit sendiri, tapi kalau kali ini, kami tidak khawatir dengan Pertamina dan Total E&P, karena mereka selama ini bekerja secara profesional," kata Said, di Jakarta, Kamis (12/03).

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek mendapat bocoran pembagian saham Blok Mahakam yaitu untuk Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai sekitar 19 persen, PT Pertamina (Persero) akan mendapatkan 51 persen, dan sisanya yaitu 30 persen akan dimiliki Total E&P Indonesie.

Sebelumnya juga, Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari pernah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla, dengan agenda membahas kepemilikan saham daerah di Blok Mahakam.

Provinsi Kalimantan Timur kabarnya mendapat jatah 4 persen, dan sisanya sekitar 6 persen akan dimiliki Kabupaten Kutai Kartanegara dengan hak partisipan hanya sekitar 10 persen. Namun, angka investasi itu ternyata cukup besar bagi daerah.

Berkaca pada pengalaman dari Provinsi Maluku, yang terpaksa menggandeng pihak swasta, untuk berinvestasi di blok Masela sebesar 10 persen dengan kisaran sekitar Rp 14 triliun. Pemprov Maluku menggandeng Yudhistira Bumi Energi, dan Pemerintah Kabupaten menggandeng PT Cakrawala Prima Utama, para swasta ini mendapat sebagian jatah saham di blok Masela.

Diketahui Pemda Kaltim dan Kutai Kertanegara sebelumnya sepakat membagi porsi hak partisipasi 10 persen di Blok Mahakam. Diantaranya, Kukar mendapat 6.0 persen dan Pemprov Kaltim 4.0 persen. Pemprov Kaltim pun mendirikan BUMD, PT Migas Mandiri Pratama (MMP). PT MMP menggandeng PT Yudistira Bumi Energi dengan membuat perusahaan patungan bernama PT Cakra Pratama Energi. Sementara, Pemerintah Kutai Kartanegara mendirikan Perusda Tunjangan Parangam (TP) dengan bekerjasama dengan PT Cakrawala Prima Utama.

"Sudah ada Perusda yang kita siapkan, kalau untuk Kukar ya. Nah persoalannya ini kan hak partisipan adalah kewajiban yang sudah di atur dalam UU, dan wajib ditawarkan terlebih dahulu kepada daerah sebesar 10 persen," tutur Ketua Komisi III DPRD Kutai Kartanegara, Salehudin.

Blok Mahakam saat ini masih dikelola Inpex Corporation dan Total E&P Indonesie, dengan masing-masing share investasi sebesar 50 persen. atau sekitar USD 2,5 miliar. Dan sejak masa eksplorasi dan pengembangannya telah memberikan penerimaan Negara sebesar USD 83 miliar.

Artinya, jika Pemerintah Daerah benar-benar diberikan PI sebesar 10 persen, maka Kaltim dan investor swastanya wajib menyiapkan dana sekitar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun (Kurs Rp 13.000 per Dollar), dan Kukar dengan investornya harus menyiapkan dana sekitar USD 150 juta atau sekitar Rp 1,95 triliun (kurs Rp 13.000 per Dollar).

Sementara, jika dilihat APBD Kaltim tahun 2014 sebesar Rp 13,93 triliun dan APBD Kutai Kartanegara tahun 2014 sekitar Rp 9,2 triliun. Dan sangat wajar bila daerah menggandeng pihak invstor swasta.

Sementara, sebuah sumber mengatakan hingga sampai saat ini baik Pemerintah, PT Pertamina (Persero) dan Total E&P Indonesie belum mendapat kejelasan berapa persentase pemberian jatah pengelolaan Blok Mahakam. Bahkan, tahun lalu draft yang diajukan Total untuk mendorong masa transisi di Blok Mahakam, belum mendapat respon dari Pemerintah. "Secara detail untuk porsi saham itu belum ada kita bahas, baik mengenai masa transisi, termasuk porsi pembagian dan sebagainya, itu belum ada," tutur sumber tersebut. (Epan)

Daftar Investor Kelola Blok Mahakam :

1. PT Pertamina (Persero)

2. Total E&P Indonesie

3. PT Migas Mandiri Pratama (MMP)

4. PT Yudistira Bumi Energi

5. PT Cakra Pratama Energi

6. Perusda Tunjangan Parangam (TP)

7. PT Cakrawala Prima Utama.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login