IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » DPR Desak Revisi Harga Gas Melon

DPR Desak Revisi Harga Gas Melon

Written By Indopetro portal on Monday, 23 March 2015 | 11:37

Gas LPG 3kg
indoPetroNews.com - Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mengatakan LPG 3 kilogram (Kg) sudah menjadi kebutuhan publik paska konversi minyak tanah (Mitan) ke Gas LPG tahun 2007 lalu. Bahkan, LPG 3 Kg yang diberikan subsidi oleh Pemerintah menjadi salah satu persoalan baru. Namun, akhir-akhir ini terjadi kelangkaan di sejumlah daerah, sehingga pemerintah harus melakukan evaluasi pendistribusian hingga penetapan harga secara global, baik evaluasi Permen ESDM hingga Peraturan Pemerintah Daerah.

Kardaya mengatakan, harus dilakukan evaluasi secara mendetail penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg, untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) hingga untuk daerah-daerah lainnya, sehingga tidak terjadi kesimpang siuran distribusi dan harga LPG 3 Kg tersebut.

"Kebijakan dan mengelola LPG harus dipikirkan kembali dan jika tidak sesuai dengan prinsip ke-ekonomian saat ini, maka sudah seharusnya dilakukan evaluasi, namun premium dan pertamak kan memang beda," katanya dalam acara diskusi energi dengan tema Menelisik Permasalahan LPG 3 Kg yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Energi Indonesia (FWEI) di The Acacia Hotel Jakarta Pusat, Senin (23/3).

Kardaya mengatakan, jika evaluasi harga LPG 3 kg dilakukan kenaikan, maka akan terjadi eksodu atau perpindahan pengguna LPG 3 KG ke LPG 12 Kg. Ini akan menggerus pemasukan bagi Pemerintah, namun disisi lain Pertamina akan di untungkan.

"Ini kan seperti balance, dimana harga LPG 3 Kg naik maka 12 Kg akan turun, dan itu juga persoalan. Sehingga dibutuhkan solusi yang win win solutin," ujarnya.

Sementara, Plt. Dirjen Migas, I Gde Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan bahwa sebenarnya revisi tetap dilakukan pemerintah setiap tahun, dengan melihat harga patokan Minyak Aramco di SIngapura dan lainnya, termasuk sistem keekonomian harga saat jika dibandingkan dengan 7 hingga 10 tahun lalu, saat harga ditetapkan oleh Pemerintah dan volume awal konversi dilakukan.

"Program konversi mitan ke LPG 3 Kg ini adalah salah satu program besar, dan sudah dimulai tahun 2007 lalu, dan sudah konversi paket perdana sekitar 56 juta paket perdana serta konversi tetap dilakukan karena mampu mengirit hingga Rp 108 trilun penghematan," kata Wiratmaja. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login