IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » ESDM Bagikan 200-500 Unit Converter Kit Gratis di Setiap SPBG

ESDM Bagikan 200-500 Unit Converter Kit Gratis di Setiap SPBG

Written By Indopetro portal on Thursday, 19 March 2015 | 17:26

ESDM
indoPetroNews.com - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), I Gede Nyoman Wiratmaja Puja, mengatakan akan membagikan 200-500 unit converter kit secara gratis di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).

"Tahun ini kami akan bagikan gratis converter kit untuk kendaraan umum dan kendaraan dinas, masing-masing 200-500 unit per SPBG," ujar Wiratmaja, disela acara The 9th Natural Gas Vehicles Infrastructure Indonesia Forum and Exhibition, yang dilaksanakan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (19/3).

Wiratmaja menjelaskan pengadaan converter sekaligus SPBG merupakan paket bundling yang diamanatkan pemerintah kepada PGN dan Pertamina. "Ini bukan program konversi (BBM ke gas), melainkan diversifikasi energi," jelas Wiratmaja.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian ESDM berencana akan membangun 22 SPBG tahun ini, dengan dana investasi mencapai Rp1,69 triliun di APBNP 2015.

Pembangunan SPBG rencananya akan dilakukan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Saat ini SPBG di seluruh Indonesia baru mencapai 47 unit. Dari jumlah itu, hanya 28 unit yang telah beroperasi.

Menurut Wiratmaja, dengan potensi sumber daya gas yang cukup besar, menjadi dasar pemerintah untuk kembali menginisiasi program diversifikasi bahan bakar dengan mendorong penyediaan compressed natural gas (CNG) dan infrastruktur pendukungnya. Untuk itu, pemerintah telah mengalokasikan jatah distribusi gas ke Pertamina dan PGN untuk menyukseskan program tersebut.

"Memang prosesnya masih butuh waktu karena menunggu PJBG (perjanjian jual beli gas). Mei harusnya yang PGN sudah selesai. Kalau Pertamina sudah siap gasnya sejak 2013," kata Wiratmaja.

Dengan pengembangan pasar CNG tersebut, Wiratmaja berharap investor swasta tertarik untuk masuk ke Indonesia dan ikut membangun infrastruktur gas. "CNG ini harganya sangat murah, hanya Rp 3.100 per liter setara premium (LSP) di Jabodetabek. Konsumen harusnya senang karena lebih dari separuh harga BBM," ujarnya.

Danny Praditya, Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia, anak usaha PGN, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menjalankan penugasan dari pemerintah terkait diversifikasi bahan bakar gas. Untuk itu, PGN berinisiatif untuk membagikan 50 unit konverter kepada kendaraan angkutan umum di wilayah Bogor untuk mensosialisasikan sekaligus melihat respon pasar.

"Yang kami butuh saat ini support kuat dari pemerintah karena walaupun sudah dialokasikan (gas) tapi belum bisa direalisasikan," katanya.

Robby Sukardi, Ketua Asosiasi Perusahaan CNG Indonesia (APCNGI), mengapresiasi upaya pemerintah mengembangkan infrastruktur gas dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, tak lama setelah infrastruktur selesai dibangun, swasta dipastikan akan tertarik untuk ikut mengembangkan pasar CNG di tanah air. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login