IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » ESDM Wajibkan Penggunaan Biodisel 15 Persen

ESDM Wajibkan Penggunaan Biodisel 15 Persen

Written By Indopetro portal on Monday, 23 March 2015 | 17:11

Sudirman Said ESDM
indoPetroNews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, secara resmi meluncurkan Pelaksanaan Mandatori Pemanfaatan Biodiesel 15 persen (B15).

Diketahui, sejak 1 September 2013, mendatori pemanfaatan biodiesel ditingkatkan menjadi sebesar 10 persen. "Dengan kebijakan tersebut, realisasi implementasi mandatori biodiesel di tahun 2014 mencapai 1,84 juta kilo liter (kl) atau mengalami peningkatan sebesar 75 persen dibandingkan capaian mandatori biodiesel tahun 2013," kata Sudirman, Senin (23/3), di Kantor ESDM, Jakarta.

Ia, mengatakan pemanfaatan biodiesel yang dicampurkan ke dalam Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) menjadi penyumbang utama dalam peningkatan capaian tersebut, yaitu sebesar 1,16 juta (atau setara 62,7 persen dari total capaian tahun 2014).

Sementara itu, pada tahun 2015, pemerintah telah menerbitkan enam paket kebijakan guna merespon terjadinya pelemahan nilai rupiah terhadap dolar, salah satunya adalah peningkatan kewajiban pencampuran Biodiesel 15 persen (B15).

"Kebijakan pemanfaatan B15 perlu segera dilaksanakan dalam rangka mendukung kebijakan ekonomi makro dan menghemat devisa negara melalui pengurangan impor bahan bakar minyak," ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan mandatori B15 akan dapat menyerap produksi biodiesel dalam negeri sebesar 5,3 juta KL (setara dengan 4,8 juta ton Crude Palm Oil (CPO) dan memberikan penghematan devisa sebesar 2,54 miliar USD.

Sudirman, mengungkapkan perkembangan saat ini menunjukkan bahwa disparitas antara Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel dengan harga BBM solar semakin meingkat. "Oleh karena itu diperlukan upaya untuk dapat mengatasi kondisi tersebut melalui penyediaan CPO untuk biodiesel dalam volume dan nilai yang wajar," katanya.

Namun, ketersediaan CPO sebagai bahan baku Biodiesel sangat mencukupi dimana produksi CPO pada saat tahun 2014 mencapai 31 juta ton dengan pemakaian domestik sebesar 30 persen dari total produksi dan akan meningkat menjadi 33 juta ton pada tahun 2015.

Saat ini pemerintah tengah menyiapkan instrumen kebijakan fisikal dalam rangka mendukung pelaksanaan B15 melalui pengendalian terhadap penyediaan CPO yang digunakan sebagai bahan baku biodiesel. "Termasuk diantaranya adalah peninjauan kembali HP Biodiesel karena adanya dukungan dari produsen minyak sawit yang berkontribusi dalam penyediaan bahan baku biodiesel," ujar Sudirman.

Oleh karena itu, dukungan dari sisi teknis telah dilakukan oleh Kementerian ESDM pada tahun 2014 dengan memfasilitasi uji pemanfaatan B20 pada kendaraan yang didukung oleh Gaikindo, Pertamina, BPPT, dan Aprobi sebagai stakeholder biodiesel. "Hasil kajian dan uji jalan membuktikan bahwa pemanfaatan biodiesel dapat dilakukan pada kendaraan atau mesin diesel sampai dengan 20 persen (B20) tanpa ditemukan masalah atau modifikasi mesin," katanya. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login