IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , » Gandeng Swasta, Daerah Bakal Dapat PI Blok Mahakam 19%, Mengapa Ditolak?

Gandeng Swasta, Daerah Bakal Dapat PI Blok Mahakam 19%, Mengapa Ditolak?

Written By Indopetro portal on Wednesday, 11 March 2015 | 15:17

indoPetroNews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kertanegara bakal mendapat saham pengelolaan Blok Mahakam (Participating Interest/PI), masing-masing berjumlah 11,4% dan 7,6%. Sehingga total PI yang bakal didapat daerah penghasil migas tersebut dari masa perpanjangan Blok Mahakam pasca 2017, yang kini masih dioperatori Total E&P, perusahaan migas asal Prancis, sebesar 19%. Sementara Pertamina sendiri akan mendapatkan jatah sebesar 51%. Demikian dikatakan Awang Faroek , Gubernur Kaltim sebagaimana dilansir Kontan, Rabu (11/3).

Awang mengatakan, Pemrov Kaltim akan menggandeng swasta dalam mengelola Blok Mahakam, yakni PT. Yudistira Bumi Energi (YBE). Yudhistira sendiri sesungguhnya perusahaan swasta yang digandeng PT Mandiri Migas Pratama, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemrov Kaltim.

Namun Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Kementerian ESDM Susyanto, sebagaiaman dikutip, mengatakan, secara formal keputusan pembagian saham Blok Mahakam belum diputuskan. "Pihak yang memiliki kewenangan memutuskan pembagian saham Blok Mahakam pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah," kata Dia.

Informasi yang dihimpun indoPetroNews.com menyebutkan, Yudhistira pada Oktober 2012 sempat diperkenalkan Awang kepada Karen Agustiawan, Dirut Pertamina, sebagai perusahaan yang siap menjadi penyandang dana dan bermitra dengan BUMD. Dikabarkan, sebelum Awang terpilih untuk kedua kalinya, antara Awang dan Yudhistira sempat mendatangani kesepakatan atau MoU (Memorandum of Understanding) bahwa dari hasil bermitra dengan BUMD, perusahaan tersebut bakal mendapatkan jatah 80% dari saham daerah di Blok Mahakam.

Terkait siapa sesungguhnya figur di belakang Yudistira, hingga kini masih simpang siur. Gubernur Awang sendiri pernah menyebut nama Hari Purnomo, mantan Direktur Hilir Pertamina sebagai punggawa Yudistira. Yang pasti, Yudistira dikenal merupakan satu grup bisnis dengan PT. Maluku Energi Nusantara (MEN), yang merupakan perusahaan patungan Pemprov Maluku dan Swasta, dimana Hari Purnomo menjabat Dirutnya. MEN diketahui juga terlibat dalam lapangan gas Abadi di Blok Masela, Maluku.

Yudistira juga ikut menjadi rekanan perusahaan daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Blok Cepu lewat PT Usaha Tama Mandiri Nusantara. Ada juga yang menyebut Yudistira terkait dengan PT Yudistira Hana Perkasa dimana Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Pramono Anung pernah menjabat sebagai komisarisnya pada 1996-1999. Namun hal ini pernah dibantahnya dan mengatakan, perusahaaannya memang bergerak di sektor energi tetapi bukan Yudistira Bumi Energi yang dimaksud.

Yang jelas, rencana menyerahkan 80% hak pengelolaan saham daerah kepada YBE dtentang keras oleh Wahdiat, Ketua Aliansi Rakyat Kaltim untuk Blok Mahakam (ARKBM). Seperti kami kutip dari Tribunkaltim.co, Selasa (10/3), Wahdiat mengatakan apa yang dilakukan Awang sebagai perampokan atas kekayaan sendiri. "Jika MoU (kesepakatan) itu diteruskan, ini sama artinya kita melegalkan perampokan atas kekayaan kita sendiri. Karena itu kami mendesak gubernur untuk membatalkan MoU," tegasnya.

Wahdiat menilai, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tidak memberikan pemahaman yang jujur dan menyeluruh kepada publik atas keputusannya bersepakat menerima hanya 20 persen dalam bagi hasil dari hak partisipasi (participating interest) daerah di Blok Mahakam.

Wahdiat juga menyatakan, Gubernur membuat seakan-akan tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh oleh Pemprov Kaltim, kecuali hanya dengan menggandeng swasta. "Dan membuat seakan-akan bagi hasil dimana 80 persen dinikmati swasta adalah hal yang wajar saja," pungkasnya. Ksr
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login