IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Industri Tidak Terganggu Kewajiban Trader Gas Bangun Infrastruktur

Industri Tidak Terganggu Kewajiban Trader Gas Bangun Infrastruktur

Written By Indopetro portal on Tuesday, 10 March 2015 | 22:09

indoPetroNews.com - Menanggapi soal kewajiban trader gas untuk membangun infrastruktur, Asosiasi Perusahaan CNG Indonesia (APCNGI) tidak merasa bisnisnya terganggu.

Ketua Umum APCNGI, Robbi Sukardi. mengatakan, kewajiban itu kemungkinan akan diterapkan bagi pelaku usaha di sektor hulu hingga midstream.

"Anggota APCNGI berada di wilayah hilir, artinya kalau ada kewajiban bangun infrastruktur kemungkinan terjadi di atau hulu. Di hilir kami hanya kena imbasnya, misal harga jadi naik,” kata Robbi di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurutnya APCNGI hanya menaungi pelaku usaha yang memiliki fasilitas stasiun pengisian gas dan infrastruktur turunannya, seperti truk pengantar, converter kit, hingga tabung. Robbi memastikan seluruh pemilik stasiun pengisian gas yang tergabung dalam lembaganya melakukan transaksi jual beli gas langsung ke trader gas yang memiliki infrastruktur pipa.

"Setahu saya demikian, entah lewat PGN, Pertagas atau trader gas lain yang punya pipa. Tapi ada kemungkinan juga mereka beli dari pihak perantara tergantung kondisi di lokasi. Idealnya memang beli langsung dari pemilik gas agar lebih murah," sebut Robbi.

Robbi berpendapat, idealnya memang menggunakan konsep open access supaya trader yang tak memiliki infrastruktur pun bisa langsung menjual alokasi gas miliknya. Namun hal itu sulit dilakukan karena pertimbangan bisnis yang dipakai perusahaan pemilik jaringan pipa.

Seharusnya, kata Robbi, dulu ketika pemerintah memberikan izin membangun pipa ada opsi kewajiban open access yang harus dilakukan perusahaan.

"Di Jakarta tidak ada open access. Di Jawa Timur sudah ada lewat pipa Pertagas. Untuk membangun sebuah stasiun kami harus mengikuti rencana program dari pemilik pipa, baik itu PGN, Pertagas atau trader lain," jelasnya

Untuk diketahui, stasiun pengisian gas CNG yang bernaung di bawah bendera APCNGI 70% di antaranya berada di Jawa Timur, sementara 25% berada di Jabodetabek dan 5% di Palembang. Rata-rata mereka memasok CNG untuk kebutuhan industry mencapai 5 mmscfd. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login