IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Investasi Migas Tidak Menarik, 3 Kontraktor akan Hengkang dari Indonesia

Investasi Migas Tidak Menarik, 3 Kontraktor akan Hengkang dari Indonesia

Written By Indopetro portal on Wednesday, 11 March 2015 | 16:07

indoPetroNews.com - Turunnya harga minyak mentah dunia mengakibatkan investasi pada sektor minyak dan gas bumi (Migas) di Indonesia tidak menarik lagi. Bahkan sejumlah perusahaan merencanakan akan hengkang dari Indonesia.

Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Naryanto Wagimin mengakui ada tiga kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang sudah menyatakan niatnya untuk keluar dari Indonesia.

Dua perusahaan berasal dari Amerika Serikat, yakni Marathon Oil Corporation dan Murphy Semai Oil Co. Ltd. Sementara satu perusahaan berasal dari Kanada yakni Talisman Energy Inc.

"Mereka baru akan cabut dari Indonesia," kata Naryanto, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (11/3).

Selain faktor anjloknya harga minyak dunia, Naryanto mengatakan terdapat faktor lainnya yang membuat investor tarik diri dari Indonesia. Menurut Naryanto, Marathon Oil dan Murphy Semai Oil gagal menemukan cadangan minyak sewaktu melakukan eksplorasi.

Marathon Oil gagal mendapatkan cadangan minyak dan gas bumi di Blok Pasang Kayu, Sulawesi Selatan, sehingga kontraknya diputus beberapa tahun lalu. Sedangkan Murphy Semai Oil juga gagal menemukan cadangan di Blok Semai, Papua.

Sementara Talisman Energy Inc. hengkang karena sahamnya dijual ke perusahaan asal Spanyol Repsol SA.

Di Indonesia, Talisman menjadi operator blok migas Corridor, Ogan Komering dan Jambi Merang di Sumatera Selatan. Talisman juga memiliki saham di proyek gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) Tangguh di Papua Barat.

Selain itu, perusahaan yang bermarkas di Calgary, Kanada itu juga memegang areal eksplorasi termasuk Andaman III di Sumatera Utara dan memiliki perjanjian joint study untuk daerah di Sumatera Selatan.

Mengenai hengkangnya beberapa kontraktor migas juga dibenarkan oleh Board of Director Indonesian Petroleum Association (IPA) Lukman Mahfoedz.

Selain kegagalan eksplorasi, dia menyebutkan salah satu penyebab keluarnya KKKS adalah harga minyak yang masih rendah sehingga tidak menarik untuk berinvestasi.

"Penyebab lainnya adalah kegagalan eksplorasi atau fokus di daerah lain atau financial issue," ujar Mahfoedz. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login