IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Kementerian ESDM Turunkan Biaya Pengeboran

Kementerian ESDM Turunkan Biaya Pengeboran

Written By Indopetro portal on Friday, 20 March 2015 | 13:04

indoPetroNews.com - Revisi terkait regulasi atau aturan khusus pengeboran coal bed methane (CBM) sedang disiapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM menginginkan agar produksi gas metana batubara (CBM) di Indonesia terus bisa ditingkatkan.
Pengeboran Minyak


Revisi itu dibutuhkan, karena selama kurun waktu 2008 hingga 2015, baru tercatat 0,5 hingga 0,6 million standard cubic feet per day (mmscfd) yang baru dikembangkan. Angka itu jauh lebih rendah dari rencana akumulasi pengembangan CBM secara nasional.

Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM, I Gede Nyoman Wiratmaja menjelaskan aturan pemerintah No.35 tahun 2004 tentang kegiatan usaha hulu migas kurang kuat mendongkrak produksi CBM, sehingga pengembangannya harus terus dilakukan. Sementara, pengeboran sumur CBM dengan konvensional jauh berbeda.

"Pengeboran gas konvensional dengan non konvensional dalam aturan itu disamakan. Padahal pengeboran sumur untuk CBM tidak sedalam gas konvensional, serta tekanannya juga lebih kecil," katanya, di Jakarta, Jumat (20/3).

Sejumlah investor yang berniat melakukan eksplorasi dan produksi CBM, disebutkan dalam aturan harus menyiapkan biaya sebesar USD 1,2-1,5 juta. Namun, berbeda dengan negara-negara maju lainnya seperti Australia hanya menerapkan biaya pengeboran sekitar USD 600.000 per-sumurnya.

Sehingga revisi regulasi, lebih mengarah pada perubahan biaya pengeboran sumur CBM, dengan acuan proyeksi hingga mencapai USD 800.000 per sumur. "Proyeksi kita untuk target regulasi itu harus selesai tahun ini juga," tutupnya. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login