IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Ketidakpastian Proyek Migas Buat Indonesia Krisis Gas

Ketidakpastian Proyek Migas Buat Indonesia Krisis Gas

Written By Indopetro portal on Monday, 9 March 2015 | 12:56

indoPetroNews.com - Kebutuhan gas beberapa tahun terakhir, terus mengalami peningkatan. Tahun ini defisit pasokan gas Indonesia diperkirakan mencapai 837 juta Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Dan pada 2028 defisit gas diperkirakan mencapai 7.600 juta mmscfd.

Diakui Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Naryanto Wagimin, hal tersebut dikarenakan banyak proyek yang mundur dari rencana. "Banyak proyek yang ditunda, seperti Kepodang, Indonesia Deep Water Development (IDD) Chevron, Masela, dan Blok Mahakam," ujar Naryanto, di Jakarta Senin (9/3).

Selain itu katanya, permasalahan infrastruktur juga menjadi faktor defisit gas di dalam negeri. Karena masih ada kisaran di atas 40 persen gas dalam negeri yang diekspor.

Keterbatasan infrastruktur juga menjadikan pemanfaatan gas tidak merata, wilayah yang surplus gas tidak bisa berbagi dengan daerah yang mengalami defisit. "Infrastruktur juga menjadikan Indonesia defisit gas," jelas dia.

Menurutnya, seiring dengan peralihan penggunaan bahan bakar dari minyak ke gas, konsumsi gas nasional meningkat empat persen setiap tahun. Pada 2028, defisit gas diperkirakan mencapai 7.600 juta mmscfd.

"Peningkatan produksi lambat, padahal pertumbuhan konsumsi setiap tahunnya naik empat persen," ujar Naryanto. (Ehs)Ketidakpastian Proyek Migas Buat Indonesia Krisis Gas
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login