IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Menteri ESDM: PR Terbesar Tahun Ini adalah Revisi UU Migas

Menteri ESDM: PR Terbesar Tahun Ini adalah Revisi UU Migas

Written By Indopetro portal on Monday, 16 March 2015 | 11:07

indoPetroNews.com - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sedang menggodok revisi Undang-undang (UU) Migas, yang sebentar lagi sudah pada tahap finalisasi draft. Hasil finalisasi pun sedang ditunggu-tunggu.

Menteri ESDM, Sudirman Said mengakui revisi Undang-Undang Migas merupakan pekerjaan rumah (PR) paling besar di tahun ini.

"Kami sampaikan bahwa PR (pekerjaan rumah) besar Kementerian tahun ini adalah untuk merevisi UU Migas. Kami sudah menggelar workshop di Bandung untuk memfinalisasi draf," katanya, di Jakarta, Senin (16/3).

Sudirman menuturkan, pembahasan RUU Migas dimaksudkan untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Karena menurutnya saat ini industri migas bukan lagi merupakan sektor yang memiliki daya tarik kuat di kalangan para investor.

Selain itu juga untuk memberi kejelasan terhadap status Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang saat ini hanyalah lembaga non permanen pasca putusan Mahkamah Konstitusi pada 2012 lalu.

Sementara itu, Sudirman mengusulkan, SKK Migas berubah bentuk menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bersifat khusus. Mengingat porsinya sebagai regulator hulu migas nasional.

"Sejauh ini diskusinya menjadi BUMN (khusus) yang diberikan kewenangan terkait kuasa pertambangan. Kenapa jadi BUMN, supaya ada gonvernance dan neraca kinerjanya terukur. Kalau sudah begitu nantinya akan ada pengawas seperti komisaris dan GCG (Good Corporate Governance)," tegasnya.

Sehingga dengan revisi Undang Undang Migas diharapkan, hal-hal seperti tidak bersinerginya dua perusahaan migas nasional (national oil company) milik negara yakni PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) dalam pemenuhan kebutuhan migas baik domestik maupun luar negeri, dapat selesai dan mulai bisa menjalin kerjasama antara kedua belah pihak.

Ke depan, katanya, Pertamina dan PGN akan sama-sama didorong untuk menjadi perusahaan migas andalan baik di kancah nasional atau global.

"Keduanya tak boleh ragu-ragu. Meski akan mendorong Pertamina tapi di aspek lain PGN juga akan dipikirkan walau sebenarnya dia tidak full milik negara," kata Sudirman. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login