IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Menunggu Izin KLH, Produksi Minyak Lapangan Banyu Urip Capai 80.000 Bph

Menunggu Izin KLH, Produksi Minyak Lapangan Banyu Urip Capai 80.000 Bph

Written By Indopetro portal on Thursday, 26 March 2015 | 10:59

Lapngan Minyak Banyu Urip

indoPetroNews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-Migas) mengatakan produksi minyak lapangan Banyu Urip, Blok Cepu akan mengalami kenaikan sebesar 80.000 barel per hari pada April 2015 mendatang. Saat ini, produksi Banyu Urip sekitar 40.000 barel per hari. Tambahan 40.000 barel per hari tersebut berasal dari fasilitas pemrosesan utama (central processing facilities/CPF).

Sekretaris SKK-Migas, Gde Pradnyana, mengatakan saat ini masih terjadi masalah pembuangan gas (flaring), sehingga pihaknya masih menunggu persetujuan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). "ada masalah flaring yang memerlukan izin KLH. flaring itu hanya dilakukan sementara, sampai fasilitas injeksi gas sudah selesai. karena gas injection-nya belum siap terpaksa di flaring dulu, Gas yang dibuang tersebut berasal dari fasilitas ekspansi awal (early oil expansion/EOE)," ujar Gde, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/3).

Diketahui pada Oktober 2014, produksi Banyu Urip naik 10.000 barel per hari dari sebelumnya 30.000 menjadi 40.000 barel per hari. Peningkatan 10.000 barel per hari itu berasal dari EOE. Sedangkan, produksi 30.000 barel per hari berasal dari fasilitas produksi awal (early production facilities/EPF). Selanjutnya, pada Agustus 2015, produksi Banyu Urip ditargetkan mencapai puncaknya sebesar 165.000 barel per hari.

Secara rata-rata produksi minyak Banyu Urip pada 2015 ditargetkan mencapai 100.000 barel per hari. Produksi Banyu Urip tersebut menjadi penyumbang utama rencana produksi minyak sesuai APBN Perubahan 2015 sebesar 825.000 barel per hari.

Berdasarkan rencana pengembangan lapangan (plan of development/POD) dengan skenario full production, proyek Banyu Urip menelan investasi 2,5 miliar dolar AS yang terdiri atas fasilitas produksi 2,2 miliar dolar dan pengeboran sumur 337 juta dolar.

Kontrak kerja sama Blok Cepu ditandatangani 17 September 2005 dengan Mobil Cepu Limited yang sekarang menjadi ExxonMobil Cepu Limited sebagai operator. ExxonMobil memegang 45 persen saham partisipasi Cepu, PT Pertamina EP Cepu 45 persen saham dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu (BKS) dengan 10 persen saham. Cadangan minyak Lapangan Banyu Urip diperkirakan sebesar 450 juta barel. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login