IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Negara Masih Perlu Sistem Bagi Hasil

Negara Masih Perlu Sistem Bagi Hasil

Written By Indopetro portal on Friday, 6 March 2015 | 14:31

indoPetroNews.com - Banyak kalangan menyatakan kalau kontrak bagi hasil (product sharing contract/PSC) merugikan negara dengan sistem cost recovery. Namun Tim Reformasi Tata Kelola Migas tidak akan merekomendasikan kepada pemerintah untuk menghapus sitem kontrak tersebut.

Anggota Tim Reformasi, Fahmi Radie, mengatakan negara masih membutuhkan sistem PSC. Pasalnya tidak semua sumur minyak dan gas (Migas) di Indonesia mudah untuk di bor. "Kita tidak akan merekomendasikan untuk dihapus. Dengan begitu ada bauran sistem kontrak yang disesuaikan dengan kondisi lahan migas. PSC masih dibutuhkan untuk kontrak lahan Migas, yang high risk dan sulit," ujar Fahmi di Jakarta, Jumat (6/3).

Fahmi menambahkan, Tim Reformasi akan mengusulkan ke pemerintah agar sistem kontrak migas harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Tidak seperti saat ini, yang semuanya menggunakan sistem PSC. Sistem kontrak lainnya yang bisa digunakan seperti royalti, service contract, dan lainnya.

Dijelaskannya, untuk sistem kontrak royalti atau service contract bisa digunakan untuk sumur-sumur migas yang mudah, atau tidak terlalu sulit. "Bisa juga dengan sistem royalti dan service contract, tergantung potensi dan risiko lahan Migas," katanya. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login