IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , » Pertamina Terancam Rugi 147,6 triliun, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Pembangunan Pelabuhan Cilamaya

Pertamina Terancam Rugi 147,6 triliun, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Pembangunan Pelabuhan Cilamaya

Written By Indopetro portal on Monday, 9 March 2015 | 12:36

indoPetroNews.com - Pemerintah diminta mengkaji ulang pembangunan pelabuhan Cilamaya di Jawa Barat. Hal itu guna menengahi perbedaan pendapat antara PT Pertamina dengan Kementerian Perhubungan.

Pertamina sendiri hingga saat ini masih bersikeras menolak pembangunan pelabuhan Cilamaya yang diusung oleh Kementerian Perhubungan itu. Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengungkapkan selain ada beberapa kajian tersebut, dirinya menginginkan ada pembahasan bersama antara Pemerintah dengan perusahaannya.

‎"Jalan terbaik duduk kemudian melihat kepentingan ONWJ yang dibutuhkan negeri ini, dan infrastruktur‎, bagaimana dua ini disinergikan," kata Dwi, di Jakarta, Senin (9/3).

Seperti diketahui, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan jika pembangunan pelabuhan Cilamaya mengganggu pipa milik PT Pertamina, maka solusinya adalah dengan menggeser lokasi pembangunan pelabuhan. Namun, Pertamina mengaku meskipun digeser pembangunan Pelabuhan Cilamaya masih akan tetap merugikan perseroan.

"Itu tidak signifikan, karena untuk jalur pelayaran, 2,9 km itu masih sempit. Kapal untuk bermanuver perlu jarak 0,5 km-1 km," tegas VP Cooporate Communication Pertamina Ali Mudakir.

Ia menjelaskan, dalam kawasan tersebut terdapat pipa minyak dan gas dasar laut milik PHE ONWJ dan anjungan minyak yang jumlahnya mencapai 200 unit. "Kalau kapal itu nyenggol fler-nya, itu bisa terbakar. Kalau tersenggol satu pipa, semua pipa akan terpengaruh," kata dia.

Pertamina juga terancam mengalami kerugian akibat kehilangan pendapatan sebesar US$ 12,3 miliar atau sekitar Rp 147,6 triliun jika blok migas ini terganggu‎. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login