IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Revisi UU Migas harus Dukung Kedaulatan Energi

Revisi UU Migas harus Dukung Kedaulatan Energi

Written By Indopetro portal on Wednesday, 18 March 2015 | 10:25

Revisi UU Migas

indoPetroNews.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR, Satya Widya Yudha, menegaskan revisi UU Minyak dan Gas No 22/2001 harus mendukung kedaulatan energi nasional.

"Yang paling esensial, kita ini berdaulat atau tidak? Kedaulatan energi itu adanya di kontrak," kata Satya dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Menurut Satya, kontrak kerja sama di sektor migas selama ini bersifat "lex specialis" atau khusus. Jenis kontrak seperti itu, paling disukai kontraktor lantaran jika ada UU yang dibuat setelah kontrak, tidak bisa mensahkan kontrak yang sudah ada. "Makanya jangan sampai kontrak ini membuat kebal," ujar dia.

Selain masalah kontrak, revisi UU Migas juga harus memperbaiki tata kelola kelembagaan. Hal ini khususnya diperuntukkan bagi lembaga Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas.

"Tata kelola itu akan diatur dalam revisi UU Migas, termasuk perlu tidak BPH Migas. Soalnya dia bertugas mengatur migas, tetapi terbatas sekali. Kalau ide saya sih, bisa dimasukkan saja ke Ditjen Migas, karena fungsinya yang lebih banyak ke regulasi," ucap Satya.

Sementara masukan lain dalam revisi UU Migas yakni status istimewa Pertamina yang ingin "dibesarkan" atau disamakan saja dengan kontraktor lain.

"Apakah Pertamina bisa menguasai blok-blok yang bagus tanpa tender, itu bisa. Jadi dia merasa seperti tuan rumah di negeri sendiri," jelas dia.

Dosen Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi (FKTE) Universitas Trisakti, Pri Agung Rakhmanto, dalam kesempatan yang sama, mengatakan revisi UU Migas diharapkan bisa menciptakan kepastian investasi.

Menurut dia, penurunan harga minyak dunia masih akan terjadi dalam waktu ke depan, sementara produksi nasional jauh dari target.

"UU Migas harus diarahkan ke efektivitas produksi. Produksi minyak mentah yang ditargetkan 1,5 juta barel per hari itu hampir mustahil," ujarnya.Epan
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login