IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Sejak Kepemimpinan Dwi Soetjipto, Pertamina Rugi Rp.420 Miliar

Sejak Kepemimpinan Dwi Soetjipto, Pertamina Rugi Rp.420 Miliar

Written By Indopetro portal on Tuesday, 10 March 2015 | 18:53

indoPetroNews.com - PT Pertamina (Persero) mencatatkan kerugiannya pada Januari 2015 mencapai USD 35 juta atau Rp.420 miliar. Kerugian tersebut disebabkan melemahnya harga minyak dunia yang mendekati harga biaya produksi, sehingga pendapatan perusahaan menurun.
Kantor PT.PERTAMINA


"Namun, kerugian yang diderita Pertamina pada awal tahun juga tidak lepas dari jebolnya kuota subsidi BBM tahun 2014 yang semuanya dibebankan kepada pertamina," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean, di Jakarta, Selasa (10/3).

Untuk menekan kerugian lanjut Ferdinand, Pertamina harus melakukan efisiensi secara menyeluruh. Namun sayangnya Pertamina tidak berbenah diri untuk menghindari kerugian. Akhirnya pilihan paling mudah adalah menaikkan harga produk pertamina baik itu BBM maupun gas.

Sebenarnya dirinya sudah memperingatkan sejak trend harga minyak turun, bahkan pertamina terancam tidak bisa menggaji karyawannya jika harga minyak turun terus.

‎"Pertamina harus mengevaluasi biaya produksi yang terlalu tinggi, karena tingginya biaya produksi pertamina mengakibatkan kerugian terus-menerus. Ini tidak boleh dibiarkan. Pertamina jangan menyalahkan harga minyak dunia sebagai alasan kerugian. Kerugian ini lebih kepada kegagalan direksi pertamina untuk berbenah dan melakukan efisiensi," tegasnya.

‎Saat situasi seperti ini, lanjutnya, Pertamina perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh operasionalnya. Terlalu gemuknya SDM pertamina berpengaruh pada biaya produksi.

"Saya belum melihat konsep dan strategi dari kementerian BUMN serta Direksi membawa Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia ke depan. Saya hanya melihat bahwa direksi Pertamina dan kementerian BUMN hanya punya ilmu cari utang dan menaikkan harga untuk menjalankan roda perusahaan. Sama sekali tidak ada strategi yang dirancang bagaimana supaya Pertamina bisa untung tanpa harus menaikkan harga," tambahnya.

‎Menurutnya, banyaknya pemborosan dalam operasional menjadi penyebab kerugian Pertamina, kesalahan manajemen Dwi Soetjipto yang tidak mampu menelorkan kebijakan antisipatif dan responsif membuat pertamina jadi gamang dan hanya mampu menelorkan kebijakan reaktif.

‎"Bagaimana fit and proper test Dwi Soetjipto, apakah ditanya tentang strategi pembenahan Pertamina ke depan, ditanya tidak bagaimana mengatasi kebocoran di dalam, atau hanya ditanya mampu cari utangan tidak? Berani naikin harga tidak? Inilah yang disesalkan dari pemilihan direksi pertamina secara tertutup," pungkasnya.Epan
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login