IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » Setahun 146 Kali Kecelakaan Migas masih Terjadi, Tim Keselamatan kembali “Diaktivasi”

Setahun 146 Kali Kecelakaan Migas masih Terjadi, Tim Keselamatan kembali “Diaktivasi”

Written By Indopetro portal on Monday, 2 March 2015 | 13:35

indoPetroNews.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), dalam hal ini Direktorat Jenderal Migas, per Januari 2015 ini, mulai “mengaktivasi” kembali Tim Independen Pembinaan Keselamatan Migas (TIPK-Migas). Tim dibentuk karena melihat migas masih menjadi industri strategis sementara masih rawan terjadi kecelakaan dan bencana.

Data yang kami peroleh dari Kementerian ESDM mencatat, sepanjang 2004-2014 telah terjadi sebanyak 880 kasus kecelakaan atau rata-rata sekitar 146 kasus setahun. Dalam kurung waktu 10 tahun itu, sekitar 76 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara sepanjang 2014 saja, angka kecelakaan Migas tercatat 201 kasus yang mengakibatkan 18 orang meninggal, 34 luka berat, 42 sedang dan 107 luka ringan.

Menurut Soehatman Ramli, SKM, DipSM.MBA , Ketua TIPK-Migas 2015 kepada indoPetroNews.com, Senin (2/3) mengatakan, sebagian besar kecelakaan (mencapai 80%) menimpa perusahaan jasa penunjang Migas atau kontraktor Migas yang mengindikasikan kompetensi dan kepedulian terhadap aspek keselamatan di kalangan kontraktor migas masih rendah.

Dia menjelaskan, Tim ini (TIPK-Migas) sesungguhnya telah dibentuk sejak 2008 melalui SK Dirjen Migas No. 547/73/DJM/2008, tertanggal 16 Januari 2008. “Urgensi pembentukan TIPK ketika itu didasarkan pada peristiwa Blow Out yang terjadi di Sumur Banjar Panji yang dioperasikan Lapindo Brantas,” urainya. Kemudian SK dirjen itu, sambung Ramli, dikukuhkan oleh Menteri ESDM jaman Darwin Zahedy Saleh. Ramli didapuk menjadi ketua tim menggantikan Dr. Waluyo yang telah habis masa jabatannya pada periode Maret 2012-31 Desember 2014.

Menurut Ramli, beberapa tugas pokok TIPK-Migas di antaranya; 1). Melakukan analisa dan evaluasi terhadap sistem manajemen keselamatan migas yang digunakan oleh BU/BUT (Badan Usaha/Badan Usaha Tetap); 2). Melakukan audit keselamatan migas dan investigasi terjadinya kecelakaan apabila diperlukan berdasarkan penugasan Kepala Inspeksi; 3). Melakukan analisa dan evaluasi atas laporan hasil audit keselamatan migas dan hasil investigasi terjadinya kecelakaan; 4). Memberikan rekomendasi berdasarkan hasil analisa, evaluasi, audit dan investigasi sebagaimana tercantum pada butir 1, 2 dan 3 sebagai bahan penyempurnaan kebijakan keselamatan migas; dan 5). Melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

“Kami berharap tim ini kelak akan menjadi lembaga yang menilai standar operasi keselamatan kerja di perusahaan-perusahaan Migas. Pada sisi tertentu tim akan memberikan pemeringkatan mengenai standar keselamatan kerja di perusahaan kontraktor migas,” katanya. “Lebih jauh tim akan melakukan pemeringkatan sebagaimana pemberian proper dalam dunia lingkungan hidup,” pungkasnya. Ksr
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login