IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Subsidi BBN Rp.4.000 Per Liter Untuk Tingkatkan Investasi

Subsidi BBN Rp.4.000 Per Liter Untuk Tingkatkan Investasi

Written By Indopetro portal on Wednesday, 4 March 2015 | 09:40



indoPetroNews.com - Pemerintah dituntut untuk lebih serius dalam pemanfaatan konsumsi bahan bakar nabati (BBN). Pasalnya, dari target yang direncanakan pemerintah tahun ini untuk memanfaatkan konsumsi BBN sebesar 3,5 juta kilo liter, turun menjadi 3 juta kilo liter.

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana mengatakan awalnya, pemerintah menargetkan bisa meningkatkan lebih dari 100 persen pemanfaatan BBN dari realisasi 2014 sebanyak 1,8 juta KL menjadi 3,5 juta KL.

Bahkan, dari angka 3,5 juta KL tersebut sudah dialokasikan sebesar 3,41 juta KL diantaranya untuk produk biosolar dan 0,117 juta KL lainnya berupa bioethanol. "Namun, target tahun ini jadi hanya berkisar di 3 juta KL karena Januari sampai Februari ini realisasinya sangat rendah," katanya, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/3).

Ia menuturkan, pemerintah akan tetap memberikan subsidi sebesar Rp.4.000 per liter untuk produk biosolar dan Rp.3.000 per liter untuk produk bioethanol meski usulan subsidi dibatalkan DPR.

Untuk menyiasatinya, pemerintah mengubah formula pembentukan harga biodiesel (harga indeks pasar/HIP) dari berbasiskan minyak Mean of Platts Singapore (MoPS) menjadi harga patokan ekspor minyak sawit atau crude palm oil (CPO) yang ditetapkan Menteri Perdagangan dengan periode satu bulan sebelumnya, ditambah besaran konversi CPO menjadi Biodiesel sebesar US$ 188 per metrik ton dengan faktor konversi sebesar 870 kilogram per meter kubik.

Sedangkan untuk produk bioetanol, HIP BBN jenis bioetanol yang dicampurkan ke dalam jenis BBM khusus penugasan didasarkan pada harga publikasi Argus untuk Ethanol free on board (FOB) Thailand dengan rata-rata periode satu bulan sebelumnya ditambah 14 persen indeks penyeimbang produksi dalam negeri dengan faktor konversi sebesar 788 kg per meter kubik.

"Intinya pemerintah masih akan memberi subsidi BBN maksimal Rp.4.000, per liter dan subsidi tadi untuk meningkatkan investasi di industri BBN," tutup Dadan. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login