IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Tanpa Masa Transisi, Pertamina Bakal Sulit Mempertahankan Produksi Blok Mahakam

Tanpa Masa Transisi, Pertamina Bakal Sulit Mempertahankan Produksi Blok Mahakam

Written By Indopetro portal on Thursday, 26 March 2015 | 16:24

indoPetroNews.com - Pasca selesainya kontrak pengelolaan blok Mahakam pada 2017 mendatang, PT. Pertamina (Persero) memastikan akan mengelola blok di wilayah Kalimantan Timur tersebut tanpa masa transisi. Dan hal tersebut jelas membuat perusahaan plat merah tersebut sulit untuk mempertahankan produksi.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro mengatakan bahwa dalam masa transisi memang dibutuhkan dari pengelola sebelumnya ke pengelola migas yang baru, saat ini untuk masa transisi Blok Mahakam masih menunggu keputusan Pemerintah secara legal, setelah itu baru diputuskan apakah masa transisi dilakukan sebelum berakhirnya masa kontrak atau setelah berakhir masa kontrak pada akhir tahun 2007 nanti.

"Kita belum tahu apakah dalam masa transisi sebelum atau sesudah kontrak habis, hanya saja ini kewenangan pemerintah, dan kita tetap bermuara kepada pemerintah seperti apa nantinya," kata Wianda, di Jakarta, Kamis (26/3)

Namun, jika diberikan waktu masa transisi, maka Pertamina akan melakukan beberapa kebijakan dan langkah agar produksi minyak dan gas di Blok Mahakam tidak menurun. Bahkan cenderung grafik meningkat secara signifikan.

Langkah yang dilakukan Pertamina adalah melakukan proses produksi dengan beberapa kebijakan internal, merestrukturisasi Sumber Daya Manusia (SDM) setempat, menghitung secara terperinci tentang biaya operasional, investasi dan cost of capital (biaya modal). Namun, kisaran angka tidak bisa dibuka kepada publik karena sudah masuk dalam proposal.

"Sudah ada dan sudah kita pikirkan apa yang akan kita lakukan dalam masa transisi, ini ada dalam proposal yah, nanti setelah disetujui Pemerintah baru kita sampaikan ke publik," ujarnya.

Disinggung mengenai proposal Blok Mahakam yang di tolak oleh Kementerian ESDM, Wianda membantah sebagai penolakan karena proposal itu sifatnya hanya menambah berkas yang belum lengkap. Seperti kebijakan besaran simulasi makro mengenai harga minyak dunia yang naik turun.

"Tidak ada revisi atau koreksi mengenai kelengkapan proposal seperti simulasi dan skenario apa yangakan dilakukan Pertamina jika harga minyak dunia naik atau turun," tuturnya.

Sementara, dalam masa transisi itu juga dilakukan pengalihan status karyawan dari Blok Mahakam, seperti yang dilakukan kepada PHE West Madura Offshore (WMO) dan Pertamina ONWJ, dengan sistem sallary tetap seperti dikelola oleh oleh KKKS sebelumnya.

"Kalau karyawan, kita akan lakukan sama seperti PHE WMO dan Pertamina ONWJ," katanya. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login