IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Wianda : Tim Reformasi Migas Yang Minta Tender ISC Tidak Dipublikasikan

Wianda : Tim Reformasi Migas Yang Minta Tender ISC Tidak Dipublikasikan

Written By Indopetro portal on Monday, 23 March 2015 | 16:59

indoPetroNews.com - Vice President Corporate Communication, PT. Pertamina (Persero), Wianda Arindita Pusponegoro, mengatakan tim reformasi migas meminta agar tender Integrated Supply Chain (ISC) PT. Pertamina Persero, tidak dipublikasikan kepada masyarakat secara terbuka.

Pasalnya, pihak Pertamina selama ini melakukan aspek Good School Governance (GSG), dimana para pemenang tender yang diundang atau mitra yang dipilih oleh ISC sudah memenuhi kualifikasi.

"Jadi memang kita diminta oleh tim reformasi untuk tidak mempublikasikan. Dan sudah ada klaim dari pertamina kalau semuanya sudah tercenter ke ISC," ujar Wianda, disela acara diskusi "menelisik permasalahan LPG 3 Kg", di The Acacia Hotel, Senin (23/3).

Wianda mengaku banyak trader yang masuk dalam tender ISC untuk yang kedua kalinya ini. Namun pihaknya belum mengetahui nama dan asal para perusahaan tersebut. Karena mekanisme persyaratan yang dilakukan ISC diantaranya adalah, para perusahaan trader harus mempunyai permodalan tidak kurang dari US$ 500 juta, kemudian menyediakan produk atau bahan baku yang sesuai dengan permintaan Pertamina, berapa volume dan harga yang ditawarkan para pengikut tender.

"Laporan keuangan para perusahaan pengikut tender diaudit 3 tahun terakhir oleh perusahaan akuntan publik yang besar, Sehingga perusahaannya harus terjamin. Itu juga yang menjadi alasan kita untuk tidak menyampaikannya kepada publik," katanya.

Wianda melanjutkan bahwa, setelah tahu kualitas produk yang ditawarkan, berapa volumenya, berapa harganya, baru kami (pertamina) bisa tahu nama dan asal perusahaan tersebut.

"Hal ini sudah kita lakukan baik via telepon ataupun via fax. Dari perusahaan yang masuk kita akan seleksi mana yang bisa menyediakan produk atau bahan baku yang sesuai dengan permintaan pertamina. Nah dari situ akan kita pilih mana yang berhak menjadi pemenang tender ini," kata Wianda.

Wianda menilai, dengan difokuskannya ke ISC dari pengadaan minyak mentah sekarang ini, pihak Pertamina telah melakukan penghematan sekitar US$ 30 juta per bulan.

Ia juga mengatakan bahwa Petral juga menjadi salah satu pengikut tender ini. Sehingga lanjutnya, Petral juga harus berusaha mendapatkan harga dan produk minyak mentah yang paling kompetitif dengan pertamina.

"Kita harap dengan ikutnya Petral, bisa menjadi perusahaan yang profesional dan transparan. Nanti komunikasi seperti apa tentang ISC dan Petral, akan saya sampaikan secara continue kepada kawan-kawan media," ujarnya. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login