IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Wiratmadja : Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Lebih Banyak Rugi Daripada Untung

Wiratmadja : Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Lebih Banyak Rugi Daripada Untung

Written By Indopetro portal on Monday, 30 March 2015 | 10:47

indoPetroNews.com - Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja menilai, pembangunan pelabuhan Cilamaya lebih banyak merugikan daripada keuntungan yang diperoleh negara.
Pelabuhan Cilamaya
Pasalnya Wiratmadja mengatakan, bahwa di wilayah Cilamaya itu terdapat tujuh pipa gas yang harus dipotong dan kemudian diperdalam, karena jika pelabuhan Cilamaya sudah berdiri, akan banyak kapal berskala besar yang akan hilir mudik di lokasi pipa migas tersebut.

Untuk membangun pelabuhan Cilamaya, lanjut dia, tujuh pipa utama migas tersebut terlebih dahulu harus direlokasi. Pipa-pipa itu merupakan pipa gas untuk memasok gas ke pembangkit listrik untuk Jakarta dan sekitarnya. Sementara dalam proses relokasi tersebut, setidaknya satu per tiga wilayah Jakarta akan padam karena PLTU di Banten dan Jakarta tidak mendapat pasokan gas.

"Ada tujuh pipa utama yang harus dimodifikasi, dipotong, diperdalam. Distribusi gas ke Jakarta berhenti, listrik akan padam dua bulan, di sepertiga wilayah Jakarta, Itu risikonya karena ini pipa produksi," ujar Wiratmadja di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Direktur Eksekutif IRESS Marwan Barubara mengatakan, pembangunan pelabuhan Cilamaya sebaiknya tidak diserahkan kepada pihak swasta, khususnya dalam melakukan kajian kelayakan. Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) seharusnyamengambil alih mengenai kajian pembangunan Pelabuhan Cilamaya.

"Pembangunan Pelabuhan Cilamaya akan dilakukan oleh perusahaan asal Jepang dan dibiayai olehJapan International Cooperation (JICA). Namun, ikut campurnya Jepang pada pembangunan pelabuhan tersebut akan merugikan Indonesia," kata Marwan.

Menurutnya, untuk memindahkan pipa gas utama perlu ada peran pemerintah yang dominan, karena akan terkait dengan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Tidak pada tempatnya menyerahkan kajian kelayakan pembangunan pelabuhan Cilamaya ke JICA. “Karena kepentingannya hanya bisnis Jepang dan industri otomotif produk Jepang yang membonceng," ujarnya.

Marwan juga mengingatkan, pembangunan pelabuhan di Cilamaya akan mengganggu kegiatan operasional migas dari anak usaha PT Pertamina (Persero), yaitu Offshore North West Java (ONWJ), sehingga akan mengganggu lifting migas nasional. (Ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login