IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » WKP Panas Bumi Dilelang Ulang, Investor Rogoh Kocek USD 3,5 Juta

WKP Panas Bumi Dilelang Ulang, Investor Rogoh Kocek USD 3,5 Juta

Written By Indopetro portal on Wednesday, 11 March 2015 | 15:12

indoPetroNews.com - Sepuluh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) segera dilelang ulang. Para investor pun harus merogoh kocek USD 3,5 juta, untuk 1 Megawatt.
Panas bumi


"Mudah-mudahan tahun ini, 10 WKP sudah dilelang," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE)-Kementerian ESDM, melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Rabu (11/3).

Sebenarnya saat ini pihak Direktorat Jenderal EBTKE sedang melakukan pendataan terhadap 25 WKP, namun pelelangan akan dilakukan bertahap dalam rentang waktu 3 tahun ke depan. "Kami akan lelang WKP yang besar-besar dulu, setelah itu baru yang kecil-kecil," ujarnya.

Rida juga menjelaskan bahwa prosedur pelelangan WKP akan dilakukan pemerintah pusat dan harus mengacu kepada Undang-undang Nomor 21 tahun 2014, tentang Panas Bumi.

Salah satu yang termasuk daftar lelang adalah WKP Ciremai. WKP yang terletak di gunung Jawa Barat ini batal digarap. Sebelumnya perusahaan asal Amerika, PT. Chevron Geothermal Indonesia sudah dinuatakan sebagai pemenang tender proyek panas bumi Ciremai.

Pihaknya menilai alasan Chevron keluar dari Ciremai karena kapasitas panas yang dihasilkan dari kawasan Gunung Ciremai, hanya berkisar antara 180 hingga 2000 derajat celcius sedangkan yang dibutuhkan hingga 2500 derajat celcius.

"Jika proyek tersebut benar berjalan menurut saya nilai ekonomis yang dihasilkan tidak seimbang dengan dampak sosial yang akan dialami masyarakat," katanya.

Diketahui, pemerintah serius menggarap proyek panas bumi dengan menawarkan sejumlah kemudahan yang diharapkan dapat menarik minat para pemodal.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, dukungan pemerintah dalam pembangunan proyek geothermal tidak hanya berupa insentif fiskal, tetapi juga berupa dukungan fiskal.

Bambang menuturkan, insentif yang diberikan bisa dalam dua bentuk, yaitu insentif pajak, juga insentif fiskal. Sementara itu, dukungan fiskal, dapat berupa bantuan tunai ataupun penjaminan.

"Proyek geotermal tidak cukup hanya insentif, karena tidak memenuhi keinginan investor, maka dapat insentive support. Jadi di geotermal ada fiscal incentive dan support incentive," ujarnya.

Bambang menjelaskan, insentif fiskal dapat berupa pembebasan bea masuk untuk mesin dan material yang digunakan untuk membangun pembangkit geotermal. Ini berlaku untuk semua pembangkit.

Selain itu, insentif fiskal dapat berupa fasilitas pajak penghasilan (PPh). Untuk yang satu ini, Bambang menuturkan, pemerintah bisa memberikan potongan pajak hingga 30 persen.

"Ada pembebasan pajak untuk peralatan. Ada pengecualian PPn untuk barang yang dianggap strategis," lanjut Bambang. Namun, dia menegaskan, fiscal insentive diberikan jika proyek geothermal telah dibangun.Epan
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login