IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Bukti Petral Pantas Untuk Dibubarkan

Bukti Petral Pantas Untuk Dibubarkan

Written By Indopetro portal on Saturday, 25 April 2015 | 19:33

pembubaran petral
indoPetroNews.com-Kabar mengenai rencana pemerintah untuk membubarkan Pertamina Energy Trading Limited atau biasa disebut Petral, masih menjadi pertanyaan besar. Desas-desus terkait kokohnya kekuatan orang-orang penting dibelakang perusahaan yang bertugas mengimpor minyak dari Singapore itu sudah bukan lagi menjadi rahasia. Dan dalam waktu dekat PT Pertamina (Persero), selaku induk perusahaan, kini tengah bersiap membubarkannya.

Perusahaan trading minyak yang berkedudukan di Singapura ini dibubarkan lantaran dituding sarat dengan mafia migas. Dalam rapat dengar pendapat antara Pertamina dengan Komisi VII DPR yang digelar Rabu 22 April terungkap dua alasan Petral dibubarkan.

Berdasarkan data indoPetroNews.com, seperti dikutip Sabtu (25/4), dua hal tersebut adalah :

1. Fungsinya yang sudah tidak lagi sesuai dengan misi ketika Petral di awal didirikan. Fungsi yang dimaksud adalah memasok minyak dan BBM impor ke Pertamina. Sedianya Petral berperan untuk mengamankan kebutuhan minyak mentah dan BBM.

2. Adanya indikasi korupsi di lingkungan Petral.

3. Gaji pejabat Petral besarannya bombastis.

Cikal bakal pembubaran Petral adalah atas rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dimpimpin Faisal Basri. Tim tersebut mengungkap adanya mata rantai pengadaan minyak dan BBM yang tidak mengalami perbaikan.

Pada akhir 2014, Faisal menemukan beberapa kejanggalan pada cara kerja Petral. Skema yang telah dilakukan jajaran direksi Petral tersebut dinilai tidak lazim untuk diterapkan. Sebab, kontrak pengadaan BBM biasanya untuk jangka waktu tiga bulan, namun justru dilakukan selama enam bulan.

Selain itu, Faisal juga memberikan 14 rekomendasi, terdapat tiga hal mendasar yang cukup mengejutkan.

1. Ternyata, berdasarkan temuan tim, beberapa pelaku pasar di pasar minyak Singapura tidak melakukan penawaran langsung ke Petral karena spesifikasi produk (minyak mentah dan BBM) yang ditenderkan tidak lazim dalam usaha perminyakan, proses berbelit-belit dan harus menghadapi pihak ketiga sebagi agen. Namun, pelaku yang bersangkutan mengakui dengan terbuka mengapalkan minyaknya secara teratur ke Indonesia melalui trader.

2. Tim menemukan indikasi kebocoran informasi mengenai spesifikasi produk dan owner estimate sebelum tender berlangsung.

3. Tim menemukan cukup banyak indikasi adanya kekuatan "tersembunyi" yang terlibat dalam proses tender oleh Petral.

Soal desas-desus gaji pejabat Petral yang sangat besar juga menjadi sorotan. Gaji Presiden Direktur Petral di era Bambang Irianto mencapai 44.000 dolar Singapura dengan jumlah severance payment atau pesangon mencapai angka yang fantastis dengan 1.195.508 dolar Singapura atau Rp11,4 miliar (kurs Rp9.529 per dolar Singapura)

Bahkan, gaji presiden direktur Petral belasan miliar itu disebut-sebut mengalahkan gaji Direktur Utama Pertamina yang ditaksir sekira Rp200 juta.

Fasilitas yang diterima oleh Bambang Irianto pun dinilai fantastis, yakni satu unit apartemen Four Season sebagai tempat tinggal. Sekadar diketahui, apartemen itu merupakan salah satu hunian termahal di Singapura.

Atas dasar itulah, Pertamina yakin akan membubarkan anaknya. Lalu bagaimana nasib Petral selanjutnya?

Di ruang rapat Komisi VII, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan, saat ini pertamina tengah mengkaji dan menghitung aset Petral.

Nantinya, aset tersebut akan dilebur ke anak usaha Pertamina lainnya yang juga beroperasi di Singapura, yakni Pertamina Energy Service.Ehs/Ald
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login