IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Celah Asing untuk Masuk Blok Mahakam Ada di Participating Interest BUMD

Celah Asing untuk Masuk Blok Mahakam Ada di Participating Interest BUMD

Written By kusairi kusairi on Monday, 13 April 2015 | 10:02

indoPetroNews.com - Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PuSKePi), Sofyano Zakaria mengkhawatirkan bahwa pihak asing dan swasta nasional akan terus berupaya keras mendapatkan saham blok Mahakam yang masa kontraknya segera berakhir pada 2017 mendatang.

Menurut Sofyano celah bagi para asing untuk masuk berada pada pembagian Participating Interest (PI) 10 persen untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan juga kepercayaan 100 persen yang diberikan pemerintah kepada Pertamina.

"Untuk 'memiliki' saham blok Mahakam yang akan dimiliki Pertamina adalah dengan jalan KSO dan lain lain. Artinya, kepemilikan saham pada BUMD dan Pertamina akan jadi sasaran "begal" itu. Mereka (asing) akan berlindung dibalik seribu satu alasan, dan pada akhirnya , masyarakat kembali hanya akan jadi penonton belaka," kata Sofyano, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4).

Pemerintah harus mencegah masuknya investor swasta yang mengatasnamakan daerah dalam memiliki saham Mahakam, pasalnya hal tersebut jelas akan mengurangi keuntungan yang akan dinikmati oleh rakyat di daerah.

"Untuk itu, partisipasi kedua pemda memiliki saham Blok Mahakam bersama Pertamina harus diwujudkan dalam sebuah konsorsium, yang ditetapkan berdasarkan peraturan yang resmi dan langkah-langkah yang nyata dari Pemerintah Pusat," ujar Sofyano, yang juga sebagai pengamat kebijakan energi.

Di lain tempat, Asosiasi Ekonom Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng berpendapat, melihat kondisi objektif saat ini, dimana Presiden Jokowi sangat memerlukan aliran investasi asing untuk mengatasi defisit transaksi berjalan.

Maka Salamuddin memperkirakan bahwa, pihak Total E&P dan Inpex akan tetap berdiri kokoh di blok yang terletak di Kalimantan Timur tersebut. Pasalnya para pemburu rente hanya akan menyerahkan beberapa persen saja kepada Pertamina.

"Kemarin pak Jokowi menandatangani MoU dengan pihak Jepang mengenai komitmen investasi, serta ada fakta ekspor bahan mentah konsentrat dari Newmont, Freeport akan bangun smelter bersama Mitsubishi, tampaknya Total dan Inpex akan berdiri kokoh disana," ujarnya. (Eh.siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login