IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » ESDM : Energi Hijau Menjadi Prioritas, Anggaran EBT Ditambah Rp.1,3 Triliun

ESDM : Energi Hijau Menjadi Prioritas, Anggaran EBT Ditambah Rp.1,3 Triliun

Written By Indopetro portal on Wednesday, 22 April 2015 | 17:55

indoPetroNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan butuh tambahan anggaran hingga sepuluh kali lipat pada tahun anggaran 2016, untuk pengembangan energi terbarukan. Diketahui untuk jumlah yang dialokasikan tahun ini dalam APBN-P 2015 sebesar Rp1,03 triliun.

Menteri ESDM, Sudirman Said, menyatakan, investasi hijau di bidang energi menjadi prioritas pemerintah yaitu pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi. Indonesia, lanjutnya, memiliki potensi sumber daya energi terbarukan. Potensi energi hidro yang teridentifikasi sebesar 75 gigawatt (GW), potensi tenaga surya sebesar 112 GW, bahan bakar nabati (biofuel) mencapai 32 GW, angin 0,95 GW, biomassa 32 GW, panas bumi 28,8 GW, dan laut 60 GW.

"Kita serius untuk mendorong investasi hijau, mengingat potensi energi terbarukan kita besar. Karena kalau mengancalkan fosil, cadangan fosil kita akan habis. Kalau kita serius bangun energi terbarukan, Indonesia akan semakin menarik (bagi investasi)," kata Sudirman, dalam konferensi pers "Tropical Landscapes Summit 2015 - A global Investment Opportunity" di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (22/4)

Dalam forum World Economic Forum (WEF) yang baru saja diselenggarakan, kata dia, banyak investor yang berminat investasi di sektor energi terbarukan. Namun persoalannya adalah sejauh mana pemerintah nantinya akan memberikan insentif fiskal maupun non fiskal.

Sudirman menuturkan, Indonesia serius membangun energi terbarukan dan sekitar 30% investasi hijau itu kurang lebih berhubungan dengan energi. Pada tahun 2025, diharapkan Indonesia sudah menggunakan energi terbarukan minimal 25% dan dalam lima tahun ke depan bisa setidaknya 12-15%.

"Tentu kalau kerja secara business as usual itu berat (capai target). Pemerintah akan ajukan budget yang signifikan tahun depan untuk energi terbarukan ini. Namun untuk pengembangan program energi terbarukan diperlukan anggaran yang besar, yaitu sepuluh kali lebih besar dari APBN-P 2015 yang hanya Rp1,03 triliun," ujarnya.

Ia menambahkan, diharapkan parlemen juga mendukung upaya pengembangan energi terbarukan ini. "Anggaran kita baru mau minta, tentu akan di-support oleh Bappenas dan Kemenkeu. Sekarang (anggaran) masih satu triliunan. Nanti akan berlipat-lipat (dana yang dibutuhkan). Kalo kita minta kenaikan cukup besar, respons parlemen bagaimana, kalau parlemen setuju berarti memiliki pemikiran yang sama untuk dorong energi terbarukan," jelasnya.EHS
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login