IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » EWI : Kebijakan Pertalite Bentuk Arogansi Pemerintah Terhadap Rakyat

EWI : Kebijakan Pertalite Bentuk Arogansi Pemerintah Terhadap Rakyat

Written By Indopetro portal on Monday, 20 April 2015 | 13:41

 RON 88 dengan RON 90
indoPetroNews.com - Pemerintah berencana menghapus premium Ron 88 dan menggantinya dengan Pertalite RON 90, kebijakan ini dianggap sebuah pemaksaan dan bentuk arogansi pemerintah terhadap rakyatnya. Ini dikatakan Direktur Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean.

Menurutnya, tidak ada alasan yang tepat bagi pemerintah untuk mengganti RON 88 dengan RON 90. Karena alasan itu terlalu dipaksakan dan dibuat-buat karena hanya menyebut soal impor Premium yang merugikan rakyat namun menguntungkan Pertamina.

"Saya tidak mengerti kerugian apa yg dialami rakyat dari menggunakan Premium RON 88 karena selama ini rakyat tidak pernah mengeluh menggunakan premium RON 88," katanya, saat dihubungi, di Jakarta, Senin (20/4).

Menurutnya, jika memang alasan pemerintah mengenai performa kendaraan dan soal tarikan mobil akan lebih ringan, lalu apakah pemerintah sudah tidak punya kerjaan lain selain mengurusi daya tarik mobil masyarakat?

Lalu alasan pemerintah lainnya adalah RON 88 dianggap barang jelek dan tidak ramah lingkungan, namun kenapa produk BBM fosil yang lainnya justru ramah lingkungan? Karena semua sistem pembakaran dan menghasilkan Karbon yang akan mengotori lingkungan, kecuali energi baru terbarukan seperti listrik.

"Ini juga disebut barang jelek, ini tidak masuk akal karena Amerika saja masih menjual bensin RON 87 dan 89. Jadi semua alasan ini hanya akal-akalan saja untuk membohongi rakyat," tegasnya.

EWI pun mendesak pertamina segera menarik wacana penghapusan RON 88 karena premium adalah hak rakyat, jangan paksakan rakyat membeli sesuatu yg mahal sementara kemampuan daya beli rakyat belum meningkat.

"Bahwa perubahan harga beli BBM tersebut sudah pasti akan menaikkan harga-harga kebutuhan bahan pokok dipasar karena ongkos produksi masyarakat jadi lebih tinggi, janganlah kegagalan Pemerintah memperbaiki tata kelola niaga migas ditimpakan kepada masyarakat," katanya.

EWI menganggap permasalahan tata niaga migas RI bukan terletak pada objek dagangan seperti RON 88 atau RON 90 namun pada sistem tata kelola yang salah dan harus diperbaiki. "Masa mau bunuh tikus, tapi harus rumah yang dibakar, ini ibaratnya yang jelas-jelas salah," katanya.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login