IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Industri Meminta Tinjau Ulang Harga Gas Bumi

Industri Meminta Tinjau Ulang Harga Gas Bumi

Written By Indopetro portal on Monday, 6 April 2015 | 13:03

Harga Gas Bumi
indoPetroNews.com - Sumber daya alam seperti Gas Bumi sebaiknya dijadikan stimulus bagi peningkatan kinerja industri. Ketua Asosiasi Perusahaan Keramik Indonesia (APKI), Elisa Sinaga, meminta agar pemerintah berkomitmen untuk tidak memposisikan gas bumi sebagai pendapatan langsung.

"Harus ada harga yang kompetitif dengan dunia. Bukan harga yang murah, tetapi kompetitif. Dan harga murah secara keekonomian memang tidak akan pernah ketemu," kata Elisa, di Jakarta, Senin (6/4).

Elisa juga mengatakan pihaknya menginginkan agar harga gas yang dibeli produsen keramik dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk. maupun non-perseroan tidak ada perbedaan harga dengan produsen lain. Menurutnya saat ini 77 persen pengusaha keramik adalah pelanggan PGN, sementara 23 persen lainnya membeli gas dari pemasok lain.

"Kalau bisa disamakan harga antara PGN dan dari luar PGN. Karena komponen Gas ini setara dengan 35 persen dalam struktur biaya produksi keramik," katanya.

Elisa membenarkan jika harga gas untuk industri tak kunjung turun, produksi akan menyusut. Tahun ini saja, menurutnya, bisa terjadi penurunan 20 persen. Penyebabnya bukan semata harga gas, namun juga serapan pasar domestik yang melemah, ditambah minimnya daya saing di pasar ekspor.

Penurunan produksi yang terjadi saat ini, lanjut dia, setara Rp7 triliun, dengan asumsi nilai penjualan (omzet) mencapai US$36 triliun. Produsen ubin yang menurutnya paling terpukul akibat tingginya ongkos produksi lantaran harga gas mahal, dan depresiasi rupiah.

Dia pun berharap agar PGN meninjau kembali kontrak jual beli gas dengan produsen keramik. Elisa menyebut, sebelumnya terdapat keharusan volume kontrak gas, di mana volume yang tak terpakai tetap harus dibayar pebisnis sesuai jumlah yang tertera dalam kontrak. Industri keramik, sebagai contoh, membutuhkan 125 MMscfd per bulan.

"Pelaku industri menginginkan jual beli gas disesuaikan volume yang terpakai saja. Ketiadaan volume kontrak sebetulnya menyulitkan PGN sendiri. Perseroan harus memprediksi ketersediaan gas dan tanpa volume kontrak sukar menetapkannya," tutupnya. (Eh.siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login