IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » IPA : Proses Perizinan Sektor Migas Sangat Kompleks

IPA : Proses Perizinan Sektor Migas Sangat Kompleks

Written By Indopetro portal on Tuesday, 21 April 2015 | 16:40

Prizinan Migas
indoPetroNews.com - Dalam mempercepat solusi menghadapi krisis energi, Indonesian Petroleum Association (IPA) akan mengadakan beberapa diskusi lintas sektoral yang melibatkan semua pemangku kepentingan industri minyak dan gas dalam acara Konvensi dan Eksibisi IPA ke-39, yang direncanakan akan diadakan pada 20-22 Mei 2015, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.


Presiden IPA, Craig Stewart, menegaskan bahwa Konvensi tahun ini mencakup Focus Group Discussion (FGD) yang akan digelar sebelum Konvensi, dilanjutkan dengan beberapa sesi pleno dan sesi khusus selama Konvensi. Setiap sesi memiliki tema yang berbeda untuk menyampaikan pesan-pesan inti dan mendiskusikan mengenai solusi praktis untuk dilaksanakan.

“Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas (Migas) mengakui bahwa proses perizinan untuk sektor minyak dan gas masih sangat kompleks. Birokrasi dan dokumen-dokumen yang diperlukan telah menghambat pengembangan industri hulu migas,” ujar Craig Stewart, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (21/4).

Untuk mengakomodasi masalah ini, IPA akan mengadakan FGD berjudul "One Door Stop Permit Policy for Indonesia’s Future Oil and Gas Industry". Dalam FGD ini, kebijakan utama dan peran pemerintah akan diidentifikasi dan dibahas untuk mendukung usulan regulasi pelayanan terpadu satu pintu. Pembicara utama dalam acara ini meliputi pejabat pemerintah tingkat tinggi, praktisi migas, dan pemerintah daerah.

Sesi-sesi utama Konvensi disusun untuk mengelaborasi tema utama Konvensi, yaitu "Working Together to Accelerate Solutions in Facing Indonesia’s Energy Crisis". Sesi ini akan memberikan pandangan kontekstual serta menyampaikan sudut pandang industri dan pemerintah tentang isu-isu terkait ke khalayak umum. Tiga sesi pleno pada hari pertama dan kedua Konvensi diharapkan dapat menjadi media yang memadai untuk mencapai kesepahaman tersebut.

Sesi Pleno pertama yang bertema "Indonesia’s Energy Crisis in the New Global Energy Landscape" akan membahas dinamika energi global baru setelah jatuhnya harga minyak dan dampaknya terhadap Indonesia. Pembahasan ditekankan pada krisis energi di Indonesia dengan menggali keunggulan Indonesia untuk menarik multi-milyar dollar investasi minyak dan gas di situasi yang sangat kompetitif ini.

Sesi Pleno kedua yang bertema "Reforming Oil and Gas Governance towards Achieving National Goals" akan membahas fokus utama dari Pemerintahan Baru untuk mereformasi tata kelola sektor minyak dan gas bumi. dan apakah kebijakan yang telah dikeluarkan akan mencapai tujuan secara tepat.

Melanjutkan topik FGD, Sesi Pleno ketiga yang bertema "Cross-Sectoral Collaboration in Advancing the National Oil and Gas Sector" akan menyoroti pentingnya koordinasi dan hubungan yang kuat antara semua tingkat dan sektor, baik pemerintahan pusat maupun daerah, kalangan pengusaha, masyarakat lokal, serta para pemangku kepentingan. Pemberantasan korupsi juga akan menjadi topik penting dalam sesi ini.

Sama pentingnya, Sesi Khusus dalam Konvensi tahun ini yang bertema "Impact of the Energy Sector as Engine of Growth of National Development" akan mengangkat profil industri dalam memberikan efek domino terhadap pembangunan dan pertumbuhan nasional - diluar dampak langsung.

Untuk mendukung kesuksesan Sesi Pleno dan Sesi Khusus yang terpapar di atas, IPA ke-39 akan turut mengundang panelis nasional dan internasional yang terdiri dari pejabat pemerintah tingkat tinggi, CEO atau pimpinan tertinggi dari perusahaan besar minyak dan gas, serta analis independen dari berbagai lembaga terkemuka.Epan
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login