IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Kementerian ESDM dan SKK Migas Diminta Bantu Pertamina Persiapkan Kelola Mahakam

Kementerian ESDM dan SKK Migas Diminta Bantu Pertamina Persiapkan Kelola Mahakam

Written By kusairi kusairi on Monday, 13 April 2015 | 09:57

indoPetroNews.com - Saat ini sedang berlangsung gerakan intensif yang sistemik oleh para pendukung asing dan oknum-oknum 'begal' seputar istana, yang bertujuan untuk tetap memberikan sebagian saham Blok Mahakam kepada PT Total E&P dan Inpex, dengan alasan agar produksi Blok Mahakam tidak turun.

Indonesian Resource Studies (IRESS) mengingatkan bahwa, turunnya produksi minyak dan gas bumi (Migas) jika tidak mengikutsertakan asing, merupakan alasan yang dicari-cari dan tidak relevan untuk menjadi pertimbangan buat pemerintah.

Direktur Eksekutif IRESS, Marwan Batubara menilai, meski kemampuan Pertamina sebagai korporasi masih berada di bawah PT Total E&P dan Inpex, namun sebagai bangsa yang mandiri dan bermartabat tidak sepantasnya bangsa Indonesia bersikap inferior dan sejak dini menyatakan memerlukan bantuan asing untuk mengelola Blok Mahakam.

"Para oknum pejabat dan oknum begal pemburu rente yang meragukan dan meremehkan kemampuan perusahaan bangsa sendiri, pada dasarnya telah menghina bangsa Indonesia, sehingga dapat dianggap sebagai pengkhianat!," tegas Marwan dalam siaran persnya, Minggu malam (12/4).

Untuk itu, IRESS meminta dalam masa transisi sejak sekarang, pihak Kementerian ESDM dan SKK Migas harus membantu Pertamina untuk mempersiapkan diri mengelola Mahakam.

"Pihak Total E&P juga harus bersikap kooperatif karena hal ini sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ayat (3) Pasal 20 UU Migas No.22/2001 menyatakan bahwa: Apabila Kontrak Kerja Sama berakhir, Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib menyerahkan seluruh data yang diperoleh selama masa Kontrak Kerja Sama kepada Menteri melalui Badan Pelaksana," tegas Marwan.

Sementara, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PuSKePi), Sofyano Zakaria mengkhawatirkan bahwa pihak asing dan swasta nasional akan terus berupaya keras mendapatkan saham blok yang terletak di Kalimantan Timur tersebut. Menurut Sofyano celah bagi para asing untuk masuk berada pada pembagian Participating Interest (PI) 10 persen untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan juga kepercayaan 100 persen yang diberikan pemerintah kepada Pertamina.

"Untuk 'memiliki' saham blok Mahakam yang akan dimiliki Pertamina adalah dengan jalan KSO dan lain lain. Artinya, kepemilikan saham pada BUMD dan Pertamina akan jadi sasaran "begal" itu. Mereka (asing) akan berlindung dibalik seribu satu alasan, dan pada akhirnya , masyarakat kembali hanya akan jadi penonton belaka," kata Sofyano. (Eh.siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login