IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Kelola Blok Mahakam,BUMD Sarankan Pinjam Uang

Kelola Blok Mahakam,BUMD Sarankan Pinjam Uang

Written By Indopetro portal on Thursday, 9 April 2015 | 18:37

indoPetroNews.com - Blok Mahakam yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan selesai masa kontraknya pada tahun 2017 mendatang, sejumlah wacana dan ide pun bermunculan tentang pengelolaan blok minyak dan gas (Migas) yang saat ini masih dikelola Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation tersebut. Namun, kali ini pemerintah akan menutup ruang investor swasta yang ingin masuk melalui jalur hak partisipan interest (PI) BUMD.

Pemerintah menganggap bahwa ide awal dari hak pengelolaan Blok Mahakam diberikan kepada BUMD tanpa keterlibatan pihak swasta, artinya Pemerintah Daerah (Pemda) harus menyiapkan dana investasi 10 persen dari nilai investasi setiap tahunnya hingga modal awal dari hak partisipasi interest (PI) kembali.

"Jadi kalau memang niatnya memberikan ke daerah ya silahkan, dan kalau swasta maka justifikasinya seperti apa,?" tutur Staf Khusus Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Widiawan Prawira Atmaja, setelah memberikan keynote speaker dalam seminar Mencari Energi Murah Untuk Memenuhi Kebutuhan Industri Nasional yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Energi Indonesia (FWEI), di Jakarta, Kamis, (09/04).

Widiawan menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) bisa berkordinasi dengan PT Pertamina (Persero) dan Perbankan nasional untuk mendapat pinjaman investasi. "Sebenarnya kan sama juga, swasta juga meminta bunga dan fee lainnya, jadi kita memberikan 100 persen Blok Mahakam ke Pertamina, jadi silahkan mereka ingin menggandeng pihak lain," ujarnya.

Sebelumnya, setiap tahun Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation menggelontorkan dana investasi sekitar USD 2,5 Miliar dan jika 10 persen di kuasakan kepada BUMD baik itu Pemda Kaltim dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Dipastikan tidak akan mencukupi, sehingga ada indikasi BUMD akan menggandeng pihak swasta.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said juga menjelaskkan bahwa Pemerintah tidak akan melakukan intervensi dalam bentuk apapun kepada pengelolaan Blok Mahakam, yang telah diberikan kepada PT Pertamina (Persero) sebanyak 100 persen. "Pemerintah tidak akan mengintervensi persentase kepemilikan di Blok Mahakam," katanya.

Sudirman menjelaskan saat ini masih dilakukan diskusi antara pihak-pihak yang berkepentingan dan Pemerintah hanya memberikan fasilitas agar proses diskusi berjalan lancar dan membuahkan hasil yang maksimal.


"Ini persoalan internal, be to be, biarkan mereka menyelesaikan dan kami berharap ada solusi terbaik, Pertamina dan Total-Inpex bisa menyelesaikan masa transisi, jadwal dan tahapan transisi dan paska berakhir masa kontrak tahun 2018 nanti untuk operator Blok Mahakam, hingga persentase blok mahakam harus selesai," kata Sudirman Said beberapa waktu yang lalu. (Eh.siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login