IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Selandia Baru Pinjamkan Indonesia US$ 300 Juta Untuk Panas Bumi

Selandia Baru Pinjamkan Indonesia US$ 300 Juta Untuk Panas Bumi

Written By Indopetro portal on Tuesday, 28 April 2015 | 14:56


GEOTERMAL
indoPetroNews.com - Dukung Indonesia dalam pengembangan industri Panas Bumi (geothermal), pemerintah Selandia Baru kucurkan dana US$ 300 juta untuk proyek peningkatan Panas Bumi sebesar 150 megawatt.

"Salah satu perusahaan dari Selandia Baru, telah dikontrak oleh PGE untuk memberikan bantuan tersebut, dengan dukungan dari Geothermal Institute, Auckland University," kata Direktur Panas Bumi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tisnaldi, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (28/4).

Tisnaldi mengatakan, beberapa perusahaan dan badan pelatihan dari Selandia Baru membantu Indonesia mengembangkan industri panas bumi dengan target yang ambisius, yaitu pertumbuhan hingga empat kali lipat dalam lima tahun mendatang.

Komitmen tersebut disampaikan para pelaku industri dan kalangan pemerintah pada kedua negara, termasuk 130 delegasi dari Indonesia, serta 200 delegasi dari Selandia Baru, saat menghadiri World Geothermal Congress di Melbourne pada 20-24 April 2015.

Untuk mencapai proyek tersebut, Tisnaldi yakin bahwa Indonesia akan terus bekerja sama secara aktif dengan berbagai pelaku industri dan negara luar. "Kami menjelaskan visi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas panas bumi sebesar 6600MW pada akhir 2020," kata Tisnaldi.

Komisi Perdagangan Selandia Baru, Tim Anderson mengatakan, keahlian pihaknya dalam membangun industri panas bumi sudah teruji sejak 1980-an. "Kami sangat gembira dapat terlibat dalam pertumbuhan industri ini. Di masa mendatang kami ingin menjadi mitra Indonesia dalam mencapai tujuannya," ujarnya.

Diketahui, NZ Crown Research Institute GNS Science saat ini tengah memberikan pelatihan di seputar energi panas bumi serta program pengembangan kemampuan para guru di Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Program dan pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta dan akan berlangsung selama lima tahun.

Selain itu, Selandia Baru juga memberikan beasiswa untuk bidang studi panas bumi di Geothermal Institute, University of Auckland.

Diketahui, salah satu perusahaan di Selandia Baru, Hawkins Infrastucture, sebelumnya juga telah menandatangani kontrak senilai lebih dari NZ$ 110 Juta untuk 2 proyek panas bumi di Indonesia. Dan kedua proyek tersebut dijadwalkan akan selesai pada 2016 akhir. "Kami berharap kedua proyek tersebut dapat menghasilkan 85 megawatt," katanya. EHS
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login