IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pertamina Harus Bertanggungjawab Terhadap Pembubaran Petral

Pertamina Harus Bertanggungjawab Terhadap Pembubaran Petral

Written By Indopetro portal on Tuesday, 28 April 2015 | 11:36

indoPetroNews.com - Pembubaran PT. Pertamina Energi Trading Ltd. atau biasa disebut Petral, seakan sudah di depan mata. Petral ingin dibubarkan sebab di dalam perusahaan importir minyak tersebut dicurigai terdapat mafia minyak yang kerap mengeruk keuntungan pribadi.

Namun Pengamat Energi dari Universitas Indonesia (UI), Iwa Garniwa menilai, pihak PT Pertamina (Persero) juga harus ikut bertanggung jawa jika memang indikasi tersebut benar terjadi. Pasalnya Pertamina merupakan induk usaha dari Petral yang seharusnya melakukan fungsi monitoring terhadap anak usahanya.

"Kalau ada suatu hal yang tidak baik di Petral saya yakin pasti diketahui Pertamina. Kalau tidak berarti fungsi monitoringnya tidak berjalan," ujar Iwa, di Jakarta, Selasa (28/4)
Menurut dia, meskipun Petral berlokasi di luar negeri, tidak jadi alasan bagi Pertamina untuk melakukan fungsi monitoringnya. Oleh karena itu, dirinya menilai seharusnya Direksi Pertamina sejak pertama kali Petral didirikan, harus dipanggil untuk diperiksa jika indikasi tersebut benar terjadi.

Pasalnya, Petral yang sudah berdiri sejak zaman orde baru tersebut sudah memiliki rekam jejak yang cukup panjang sebagai importir minyak di dunia. Petral juga dianggap telah mempunyai jaringan yang cukup luas di ranah perminyakan

"Nah dari Pertamina dulu yang diperiksa. Itukan (Petral) sudah dari zaman orde baru sampai sekarang. Jadi Direksi dari zaman itu dipanggil untuk diperiksa. Ya kalau memang ada apa-apa ikut bertanggung jawab dong," tegasnya

Menurutnya, jika Pemerintah memang berencana untuk membenahi Petral yang dianggap sudah carut marut, seharusnya cukup dengan mengambil alih Petral yang kemudian ditingkatkan pengawasannya.

"Kalau dibubarkan sayang menurut saya. Sekarang sudah ada perusahaan yang punya pengalaman, ya lebih ayo kita pakai, kita ambil alih. Kalo bermasalah tinggal diambil alih saja," tutur Iwa.

Menurutnya, akan percuma jika fungsi Petral dialihkan kepada Integrated Supply Chain (ISC). Jika pengawasan dari Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) tidak ditingkatkan maka mafia migas akan tetap ada. "Apa bedanya dibubarkan terus dibentuk baru kalau monitoring-nya tidak diubah," tutupnya.

Kontributor : Ehs
Editor : Alf
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login