IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Pertamina Teriak, Pemerintah Ogah Naikkan BBM

Pertamina Teriak, Pemerintah Ogah Naikkan BBM

Written By Indopetro portal on Thursday, 30 April 2015 | 18:06

Gedung Pertamina
indoPetroNews.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar tidak naik sampai akhir Mei nanti.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), I Gusti Ngurah Wiratmadja Puja mengatakan, bahwa dengan mencermati harga minyak dunia sebulan terkahir yang diikuti dengan Means of Platt Singapure (MoPS) US$ 70 per barel serta kurs rupiah Rp 12.902 yang stabil terkait dengan perekonomian negara, dan regulasi, pemerintah memutuskan tak menaikkan harga BBM jenis Premium dan Solar serta Minyak Tanah.

"Harga tersebut sudah dipertimbangkan, tidak ada kenaikan sampai akhir Mei," ujarnya, di Jakarta, Kamis (30/4).

Dengan keputusan ini, kata Wiratmadja, harga premium di luar kawasan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) tetap sebesar Rp 7.300 per liter, solar bersubsidi Rp 6.900 per liter, dan Minyak Tanah Rp 2.500 per liter. Harga ini sudah termasuk pajak pertambahan nilai.

Meski begitu, Wiratmadja menambahkan untuk wilayah Jamali, pemerintah memberikan kesempatan buat PT Pertamina untuk menyesuaikan harga supaya mencapai kecukupan margin. "Pertamina diberikan kewenangan untuk menetapkan harga wilayah Jamali, meskipun pemerintah ingin tak ada kenaikan sekecil apapun, dan tak memberatkan masyarakat." terangnya.

Dia menambahkan, pertimbangan penetapan ini, didasarkan pada rata-rata harga minyak dunia sebulan terakhir yang masih berkisar US$ 70 per barel. Meski demikian, tak menutup kemungkinan ke depannya ada penyesuaian harga jika terjadi kenaikan harga minyak dunia.

Sebelumnya ditempat terpisah, PT. Pertamina (Persero) meminta pemerintah untuk segera menaikkan harga BBM dalam waktu dekat ini. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang, mengatakan jika harga BBM tidak naik pada Mei ini, maka sudah dapat dipastikan bahwa perseroan akan menderita kerugian. Sementara di sisi lain, kompetitor pertamina yaitu Shell Indonesia telah lebih dahulu menaikkan harga BBM.

"Lihat deh harga (BBM) Shell naik-tidak? Ya artinya rugi enggaknya, mustinya kan naik (harga premium). Pertamina sudah sampaikan ke pemerintah. Karena Pertamina kan milik pemerintah," kata Bambang, kemarin.

Harga minyak di pasar internasional tercatat naik 20 persen sepanjang April 2015 dari posisi terendah sebelumnya. namun demikian, hingga saat ini belum ada sinyalemen dari pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat.

Terkait itu, dengan tidak dinaikkannya harga BBM jenis Premium dan Solar, Manajemen PT Pertamina (Persero) berencana menaikan harga jual Pertamax mulai 1 Mei mendatang. Ini dilakukan seiring dengan tren kenaikan harga jual minyak dalam beberapa waktu terakhir.

"Kalau Super Shell naik jadi Rp 8.950 per liter, Pertamax juga akan naik. Harganya dibawah itu lah," ujarnya.Epan/Aldi
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login