IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Perusahaan Migas Ini Mengaku Rugi USD 70 Juta

Perusahaan Migas Ini Mengaku Rugi USD 70 Juta

Written By Indopetro portal on Monday, 27 April 2015 | 14:16

Migas Rugi
indoPetroNews.com - Perusahaan penunjang minyak dan gas bumi, PT Geo Putera Perkasa terancam merugi USD 70 juta. Hal itu karena, pipa yang dibangunnya di Blok Cepu, Bojonegoro untuk mengalirkan minyak ternyata tidak dipergunakan sama sekali.

President Director PT Geo Putera Perkasa ETS Putera mengatakan, akibat dari permasalahan ini, perusahaannya terancam mengalami kerugian besar apabila jangka waktu kontrak jasa berakhir pada bulan April 2015 yang mana disebabkan oleh jangka waktu kontrak dan aliran minyak tidak mencukupi untuk pengembalian investasi yang telah dikeluarkan senilai USD70 juta.

Pada tahun 2009, PT Geo Putera Perkasa adalah merupakan sebuah perusahaan swasta nasional (PMDN) mendapatkan kepercayaan dengan memenangkan tender terbuka dari PT Pertamina EP CEPU, untuk membangun fasilitas transportasi Minyak Mentah dari Desa Gayam ke Desa Mudi menggunakan pipa 6 inch sepanjang 40 kilometer dengan aliran kapasitas pipa sebesar 22.000 - 44.000 bph lengkap dengan tangki pengumpul minyak mentah (crude storage tank) dengan kapasitas sebesar 100.000 barel.

Pada tahun 2012 Dikarenakan ada peningkatan produksi lifting Pertamina, maka Geo Putera Perkasa diminta kembali untuk membangun jalur transportasi pipa minyak mentah tambahan tahap kedua dengan kapasitas yang sama oleh Pertamina EP Cepu.

Tetapi setelah jalur pipa siap dioperasikan pada tahun 2013 fakta yang terjadi adalah minyak mentah tidak dialirkan sama sekali ke jalur pipa tahan kedua ini, malahan minyak mentah yang melalui pipa tahap pertama diturunkan dari 24.000 bph menjadi 16.000 bph dan dialihkan ke PT Tri Wahana Universal yang bergerak di bidang pengolahan minyak mentah atas persetujuan Kementerian ESDM.

Ternyata hal ini di luar skenario rencana kerja dari Pertamina EP Cepu dan pihak PT. Geo Putera Perkasa juga tidak mengetahui masalah ini dan menjadi tanda tanya besar bagaimana rencana kerja Pihak SKK Migas dan Kementrian ESDM dalam menyusun program kerja yang matang.

“Kami telah mengirimkan surat tertulis kepada Kementerian ESDM dan SKK Migas sejak tahun 2014 namun sampai saat ini belum ada repsons apapun dari pihak SKK Migas dan Kementrian ESDM dan malah terkesan pihak pejabat Kementrian ESDM dan Pihak SKK Migas terkait sulit untuk di temui dan menghindar untuk membicarakan masalah ini,” ujar Putera dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (27/4/2015).

Menurut dia, SKK Migas terkesan lebih mengutamakan jalur pipa minyak dan kapal floating storage offloading (FSO) Gagang Rimang yang telah dibangun oleh perusahaan asing yaitu Mobil Cepu Limited yang mana bertindak sebagai operator lapangan migas di Blok Cepu dengan melupakan jasa perusahaan PT Geo Putera Perkasa dengan mematikan jalur transportasi pipa minyak yang sudah dibangun oleh swasta nasional.

Dia mengatakan, hanya pihak Pertamina EP Cepu yang merespons dengan permasalahan ini. Bahwa pihak Pertamina EP Cepu telah membuat surat rekomendasi kepada SKK Migas untuk meminta persetujuan tetap memberdayakan jalur pipa yang sudah ada sehingga kapal FSO Cinta Natomas milik negara bisa dimaksimalkan penggunaannya dan target lifting dari Pertamina bisa dipertahankan.

“Sampai saat ini, belum ada titik terang yang jelas dari pihak SKK Migas terhadap masalah ini,” kata Putera.
Harapan dia agar pemerintah mau mempertimbangkan masalah ini dan memberikan solusi yang terbaik bagi semua pihak yang telah berinvestasi agar kesinambungan dan keharmonisan berinvestasi di dalam negeri bisa berjalan baik sesuai dengan program pemerintah selama ini.Epan
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login