IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » PGN Bantah Tudingan Pihaknya Ingin Kuasai Bisnis Migas Hulu dan Hilir

PGN Bantah Tudingan Pihaknya Ingin Kuasai Bisnis Migas Hulu dan Hilir

Written By Indopetro portal on Saturday, 4 April 2015 | 21:22

indoPetroNews.com - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero membantah tudingan pihaknya ingin menguasai bisnis hulu dan hilir migas. Mereka membantah setelah dituding terlibat selama delapan tahun terakhir terus mengembangkan infrastruktur gas bumi di berbagai wilayah Indonesia.

Asisstant VP Corporate Communication PGN, Irwan Andi Atmanto, mengatakan jaringan infrastruktur lain yang sudah selesai dibangun pada tahun 2014 antara lain pipanisasi gas bumi Tanjung Uncang-Panaran di Batam sepanjang 18 kilometer.

Selain itu juga selesai dibangun jaringan pipa Cikande-Bitung sepanjang 30,5 kilometer. Di Semarang, Jawa Tengah PGN mulai mengoperasikan proyek clustering CNG (compressed natural gas) di Tambak Aji untuk memasok pelanggan industri dan pelanggan rumah tangga.

"Masih di Jawa Tengah, PGN juga akan membangun jaringan distribusi yang menghubungkan Kendal-Semarang-Kudus-Ungaran dan Solo Raya sepanjang 319 kilometer," tutur Asisstant VP Corporate Communication PGN Irwan Andi Atmanto, di Jakarta, Kamis (02/04).

Irawan menambahkan, pada tahun ini juga PGN sudah memulai pembangunan Duri-Dumai-Medan. Rencananya, Pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap yaitu Duri-Dumai sepanjang 130 kilometer sudah dimulai tahun ini dan diharapkan selesai pada akhir tahun ini. Sedangkan ruas Dumai-Medan sepanjang 395 kilometer akan dibangun setelah ruas Duri-Dumai selesai dibangun.

Sementara untuk jaringan pipa gas yang juga sudah dibangun adalah pipa Kalimantan-Jawa Tahap I (Kalija I) sepanjang 207 kilometer. Pipa Kalija I akan menghubungkan lapangan gas Kepodang di laut utara Jawa ke pembangkit listrik PLN Tambak Lorok. Yang nantinya aliran gas dari Kepodang ke Tambak Lorok bakal memberikan efisiensi kepada PLN sebesar Rp 2 triliun per tahun. "Per 13 Maret 2015, progres pembangunan sudah mencapai 49,5%," ujarnya.

Bahkan pasalnya, dalam rangka mendukung konversi BBM di sektor transportasi PGN membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan Mobile Refueling Unit (MRU). Saat ini PGN sudah memiliki dan mengoperasikan 4 SPBG dan 4 MRU, selain itu menyuplai gas bumi untuk 14 SPBG mitra. "Tahun ini PGN membangun sekitar 16 SPBG dan MRU," ucap Irwan.

Perlu diketahui, sebagai perusahaan milik negara, PGN juga telah bertransformasi. Dari sebelumnya sebagai perusahaan distribusi dan transmisi gas bumi melalui pipa, PGN telah bertransformasi menjadi perusahaan energi yang menjalankan produksi lapangan gas, pengaliran gas melalui berbagai moda baik itu pipa, gas alam cair (LNG), gas terkompresi (CNG) maupun kegiatan hilir seperti engineering, pemeliharaan sistem jaringan pipa gas dan bahkan pengelolaan jaringan serat optik untuk mendukung pengelolaan usaha secara keseluruhan.

Sebelumnya, Direktur Executive Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menegaskan agar Pemerintah segera melakukan Investigasi terhadap PT.PGN (Persero) terkait dengan pembangunan FSRU Lampung. Karena pasalnya, FSRU tersebut belum menghasilkan uang seperak pun dan telah merugikan negara, masyarakat, dan hanya menguntungkan oknum-oknum pemburu rente padahal diketahui untuk membangun FSRU Lampung tersebut membutuhkan dana investasi sebesar USD 250 Juta. (Eh.siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login