IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pintu Perizinan Sebaiknya Diserahkan ke SKK Migas

Pintu Perizinan Sebaiknya Diserahkan ke SKK Migas

Written By Indopetro portal on Monday, 27 April 2015 | 10:33

Prizinan Migas
indoPetroNews.com - Persoalan klasik di bidang investasi, berupa perizinan yang berbelit- belit akibat birokrasi rumit, masih menjadi kendala serius bagi investor minyak dan gas bumi (Migas). Pihak swasta yang berminat terlibat dalam investasi Migas, tidak jarang mundur teratur karena persoalan klasik tersebut masih selalu menjadi salah satu penghambat utama.


General Manager PT Santos Indonesia, Marjolin Wajong, berpendapat, guna memperoleh perizinan usaha hulu minyak dan gas bumi, sebaiknya pemerintah hanya melakukannya satu pintu, yakni melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Pasalnya, ketika proses perizinan yang harus dilalui Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diserahkan kepada SKK Migas, investor bisa lebih fokus meningkatkan produksi, dan tidak lagi disibukkan dengan urusan perizinan.

"Masalah perizinan masih menjadi dilema bagi para KKKS, selain banyak permintaan yang aneh-aneh, prosesnya juga berbelit-belit," ujar Marjolin, di Jakarta, Senin (27/4).

Selain itu, ketika mengajukan izin ke berbagai instasi terkait, justru tidak sejalan dengan UU, dimana kekayaan alam demi kesejahteran masyarakat. "Suka-suka mereka mengurus izinnya karena mereka tidak memandang eksplorasi dan produksi migas bukan kepentingan pemerintah," lanjut Marjolin.

Menurutnya, ketika proses izin satu pintu diterapkan, diperlukan penelaahan yang mana saja benar-benar diperlukan. Izin yang ada di sektor migas terdapat 85 jenis, melalui 341 proses perizinan di 17 instansi. Secara keseluruhan ada lebih dari 5.000 izin per tahun, dengan 600.000 lembar dokumen. "Jadi harus ada benchmarking dengan negara lain. Izin apa saja yang benar-benar diperlukan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini sektor perizinan masih menjadi kendala di sektor hulu migas, padahal produksi minyak terus menurun dan konsumsi terus meningkat. Lifting minyak saat ini dipatok 825 ribu bph, sedangkan konsumsi BBM mencapai 48 juta Kl. Jalan untuk meningkatkan produksi adalah dengan menemukan cadangan baru.

Berdasarkan undang-undang, sektor migas dikuasai oleh negara dan pengelolaannya dilakukan oleh SKK Migas. Untuk setiap rencana kerja, KKKS harus mendapat izin dari SKK Migas.Epan/Untung
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login