IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Sofyano : Harga Jual LPG 12Kg Yang Pantas Rp.150.000 Per Kilogram

Sofyano : Harga Jual LPG 12Kg Yang Pantas Rp.150.000 Per Kilogram

Written By Indopetro portal on Thursday, 2 April 2015 | 15:33

soyano
indoPetroNews.com - Pengamat kebijakan energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, sepanjang LPG 12Kg ditetapkan sebagai LPG umum atau LPG non-subsidi, maka harga jual tetap, merupakan kewenangan badan usaha niaga LPG. Dalam hal ini adalah Pertamina.

Menurut Sofyano jika pemerintah merasa 'prihatin' dengan harga LPG 12Kg, yang selalu dikoreksi sesuai harga pasar CP Aramco, maka Pemerintah harus menetapkan bahwa elpiji 12kg sebagai barang yang di subsidi oleh Pemerintah.
Pasalnya sekitar 60 persen kebutuhan LPG dalam negeri di import, termasuk LPG non-subsidi. Diketahui saat ini, harga LPG mengacu ke harga CP Aramco dan untuk April CP Aramco-nya berada dikisaran Rp.7.000/kg ini diluar ongkos angkut, marjin SPBE, marjin agen, marjin pertamina, ppn, dan biaya biaya lain.

"Sebaiknya pemerintah mendorong agar bisnis LPG non-subsidi tidak hanya dilakukan oleh Pertamina sehingga harga LPG non-subsidi bisa kompetitif," kata Sofyano, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (2/4).

Permen ESDM Nomor 26 tahun 2009, mengatakan bahwa LPG 12Kg ditetapkan sebagai LPG umum yang tidak di subsidi oleh pemerintah. "Dan Pertamina hanya wajib melaporkan saja ke pemerintah jika akan menetapkan harga jual.
Jadi tidak perlu meminta izin atau meminta persetujuan pemerintah," tambah Sofyano.

Sekjen Assosiasi Penyalur Bahan Bakar Minyak Indonesia ini mengatakan harga jual LPG non subsidi sepantasnya berada pada kisaran Rp.13.000/kg atau dikisaran Rp.150.000/tabung 12kg. Namun karena LPG 12Kg bukanlah LPG bersubsidi maka penetapan harganya sama dengan harga minyak goreng, gula, atau beras yang harganya mengacu ke harga pasar. "Penaikan harganya juga tidak memerlukan sosialisasi dari pelakunya. Inilah yang seharusnya disikapi oleh Pemerintah," ujar Sofyano.

Diketahui selama ini, dalam menjual LPG 12Kg, publik sudah sangat tahu bahwa Pertamina terpaksa menjual rugi LPG 12Kg. dan kerugian tersebut mencapai belasan triliun rupiah. Kerugian tetap dicatat dalam pembukuan sebagai kerugian. Dan itu tidak bisa ditutupi dengan pemotongan dividen.

Jadi jika pemerintah ingin Pertamina menjual LPG 12Kg dengan harga dibawah harga keekonomian, demi kepentingan masyarakat banyak, maka satu-satunya solusi adalah menetapkan dalam Peraturan Pemerintah yakni Peraturan Menteri ESDM bahwa LPG 12Kg disubsidi oleh Pemerintah. "Dengan begitu Pemerintah lah yang mengatur dan menetapkan harga jual LPG 12kg," tutupnya. (Eh. Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login