IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Tuntut Hak Partisipasi Blok Mahakam, Lima Aktivis HMI Terluka

Tuntut Hak Partisipasi Blok Mahakam, Lima Aktivis HMI Terluka

Written By Indopetro portal on Thursday, 9 April 2015 | 16:57


indoPetroNews.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Koordinasi Himpunan mahasiswa Islam (Badko HmI), terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang sedang berjaga-jaga di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (9/4).


Diketahui, para mahasiswa yang mengaku berasal dari Kalimantan Timur dan Utara tersebut melakukan aksi di depan gedung Kementerian ESDM. Ratusan mahasiswa tersebut menuntut pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM, untuk memberikan participating interest (PI) kepada pemerintah daerah Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara sebesar 30 persen terhadap pengelolaan blok Mahakam.

Aksi yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut akhirnya pecah ketika ratusan mahasiswa berseragam hijau-hitam tersebut memaksa untuk masuk ke dalam Gedung Kementerian ESDM, untuk bertemu dengan Menteri Sudirman Said. namun tindakan mereka dihalau aparat kepolisian yang sudah bersiaga di balik pagar.



Tidak berhenti sampai disitu, para pengunjuk rasa menggoyang-goyangkan pagar dan beberapa batang pagar besi terlepas dan beberapa pendemo terlihat masuk ke dalam pagar, lagi-lagi dihalau oleh aparat dan terjadi aksi dorong-dorongan.



Melihat aksi pendemo yang sulit dikendalikan maka polisi pun melepaskan tembakan gas air mata, dan dibalas oleh mahasiswa dengan melempar beberapa batu dan lainnya. Bentrokan semakin tidak terkendali, dan Polisi mengamankan beberapa mahasiswa. diketahui 5 orang pendemo mengalami luka-luka dan puluhan lainnya terkena gas air mata.



Sebelumnya, Ketua Umum Badko HmI, Kaltim-Tara, Harianto Minda mengatakan berdasarkan kebijakan Kementerian ESDM bahwa dalam pengelolaan Migas Blok Mahakam diserahkan kepada Pertamina. Kebijakan ini tentu selaras dengan pasal 33 UUD '45. Dan positif dalam meningkatkan keuangan negara. Namun disisi lain, aturan PP No.35 tahun 2004 menyebutkan kewajiban kontraktor Migas menawarkan hak Partisipasi sebesar 10 persen kepada daerah.



"Pembagian 10 persen ini tidak adil, karena masih dibagi lagi antara pemerintah Propinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurut kami rasio untuk daerah itu sebesar 30 persen, dengan pertimbangan wilayah eksplorasi dan eksploitasi migas butuh rehabilitasi lingkungan, kesejahteraan, dan pembangunan," kata Harianto, dalam orasinya di depan kantor Kementerian ESDM. (Eh.siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login