IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Ending Pencarian Mafia Migas

Ending Pencarian Mafia Migas

Written By Indopetro portal on Saturday, 16 May 2015 | 18:58

indoPetroNews.com - Berakhirnya masa kerja Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) masih menyisakan sejumlah pertanyaan di kalangan masyarakat. Terlebih, memang waktu yang diberikan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama 6 bulan, masih dirasa belum cukup untuk mencari siapa sebenarnya yang disebut-sebut sebagai mafia Migas.

Pasca berakhirnya masa kerja Faisal Basri cs, indoPetroNews.com berkesempatan wawancara bersama Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri, di Jakarta, kemarin (16/5). Berikut petikan wawancaranya.

Mengingat kerja tim hanya 6 bulan, apa yang sudah dikerjakan tim, dan apa yang masih belum?
Pertama, yang memungkinkan adalah kebun minyak dan gas bumi kita itu kita pagari, sehingga babi hutan tidak gampang menggerogoti atau memangsa kebun itu. Kedua, kita sudah menyelesaikan pokok-pokok itu. Dan jika kami berlanjut maka konsekuensinya kami semakin tidak memiliki kompetensi. Misalnya audit forensik kan sudah diserahkan kepada unit-unit khusus. Kami sama sekali tidak mempunyai kemampuan audit forensik. Jadi kami tidak dapat mengawalnya juga.

Kemudian yang berikutnya, kami bergembira karena dua per tiga lebih dari anggota kami, sudah masuk di posisi-posisi strategis tim migas ini, yang siap untuk melaksanakan rekomendasi-rekomendasi itu. Sehingga tim ini berakhir dengan lega. Selama ini kami sangat independent. Karena independent itulah makanya kami betah selama enam bulan. Kalau diintervensi terus, saya sudah teriaklah kepada teman-teman. Saya adalah orang luar yang konsen di Migas, bahkan sebelumnya saya juga bicara tentang Petral dan sebagainya.

Setelah dinyatakan bubar, apa rencana anda selanjutnya?
Saya malah akan lebih banyak ke desa-desa, untuk ikut membangun kemandirian energi di desa. Jadi saat ini kita pada tataran konsep, nanti sesekali kita pada tataran implementasi. Jadi Faisal itu bukan ngomong saja namun melakukan juga.

Kemudian ada kerinduan, jadi selama di migas ini tidak bisa nulis di media, karena memang dilarang dan tidak boleh. Ada kontak yang hilang selama enam bulan. Tapi bukan itu yang utama.
Perubahan yang dirasakan semenjak tim ini bekerja, dan PR pemerintah ke depan?

Sekarang yang sudah pasti tender di Integrated Supplay Chain (ISC) itu sudah menghasilkan harga minus satu sampai minus 1,3. Jadi kalau dulu harga MOPS itu plus satu, plus setengah. Kalau sekarang minus, jadi orang sekarang tidak didiskon. Itu sekarang yang pasti. Tapi jangan berharap semuanya sempurna, karena di ISC juga perlu penguatan.

Posisi ISC itu saat ini sangat rendah, seharusnya dinaikkan supaya atasannya sedikit. Dia bisa bergengsi karena tanggungjawabnya besar. Salah satunya melakukan pengadaan puluhan miliar US Dollar.

Kemudian ganti anasir-anasir yang ada di ISC yang ditengarai selama ini sampai sekarang bekerjasama dengan anasir-anasir yang ada di Pertamina Energi Services (PES). Jadi perombakan itu tidak bisa separuh-separuh. Ini serius, jangan hanya yang diganti Direktur PES saja, Bambang Irianto, tapi managernya tidak. Padahal yang bermain ini di level manager. Sama juga dengan ISC. Yang diganti Takir dengan Daniel purba, lebihnya tidak ada pergantian. Padahal pemain pemain itu ada di level menengah itu. Itu yang membuat saya geram, namun bukan karena itu saya tidak mau diperpanjang. Makanya saya dorong dan serang terus menerus.

Menurut anda, siapa sebenarnya para mafia Migas ini ?
Ruang gerak para mafia dipersempit. Tapi ya mafia ini tidak tinggal diam, mafia ini berkonsolidasi dan pantang menyerah. Dia punya orang-orang yang ada di dalam relung kekuasaan, bahkan ada di dalam pusat kekuasaan itu. Kalau ini di warung kopi saya akan sebutkan sama pembeli kopi siapa-siapa namanya. Nanti ketika sudah tidak ada tanggungjawab tim baru enak saya sebutkan. Kalau ini saya masih ada tanggungjawab etika.

Kalau boleh tahu, rekomendasi seperti apa yang diberikan tim kepada pemerintah?
Rekomendasi ini pada 26 Desember. Dan kami sudah memberikan 3 rekomendasi selama ini, dan seluruh rekomendasi itu sudah kami fileling juga, dan ada di laporan total akhirnya. Jadi teman-teman dapat melihat apa yang sudah dikerjakan tim selama enam bulan ini.

Jadi orang-orang Petral bukan diganti, kalau aturan mainnya digantikan mereka tidak berkutik. Misalnya hapuskan RON 88, otomatis separuh rejeki mafia migas hilang, karena mereka mainnya di RON 88. Main direlung gelap, yang produknya tidak ada, penentuan harga tidak jelas, campur-campur navta dengan HOMC, jadi separuh sudah lumpuh mereka. Dan mereka teriak. Dan trader-trader itu cerita di Singapore, manyun semua mereka. Rugi mereka, apalagi sudah kadung ngasih kepada pihak-pihak tertentu. Tapi kontrak sudah tidak bisa lagi kepada mereka.

Orang-orang yang bermain itu ada sampai sekarang. Bekas orang PES saat ini diperjuangkan oleh Pertamina, oleh pihak-pihak tertentu. Ada yang masuk ke organ-organ pemerintah, ada yang masuk ke SPI atau pengendali internalnya Pertamina.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login