IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Energi Terbarukan Kurang Mendapat Tempat di Pemerintahan

Energi Terbarukan Kurang Mendapat Tempat di Pemerintahan

Written By Indopetro portal on Tuesday, 19 May 2015 | 09:36

indoPetroNews.com - Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia kurang dapat perhatian pemerintah lantaran pembiayaannya yang cukup besar. Hal ini berbeda di negara maju yang mengembangkan EBT lantaran dapat subsidi dari pemerintahannya.

Vice Presiden Research and Development Direktorat Pengolahan Pertamina, Eko Wahyu Laksono mengatakan, pengembangan EBT membutuhkan biaya yang besar. Kendati demikian, pengembangan EBT di negara maju tidak mempedulikan biaya, karena ramah lingkungan. "Di negara maju EBT ramah lingkungan tidak melihat biayanya," kata Eko di Jakarta, Selasa (19/5).

Lebih lanjut Eko mengemukakan, Brazil telah melakukan pencampuran ethanol dengan BBM, padahal penggunaaan ethanol untuk BBM bersaing dengan makanan sehingga harganya menjadi mahal, namun Pemerintah Brazil berani mensubsidi ethanol, sehingga harganya menjadi murah.

"Di Brazil namanya ethanol dari jagung makanan manusia, ini dapat subsidi dari pemerintah dan berapun harganya EBT akan laku, disamping riset terus menerus bagaimana mengurangi cost," katanya.

Menurutnya, pengembangan EBT penting dilakukan. Pasalnya, energi yang bersumber dari fosil terus mengalami penurunan, selain itu pengembangan EBT juga ramah lingkungan karena tidak menyisakan emisi. "Energi fosil menurun, dan penyumbang kerusakan lingkungan. Ini lambat laun digantikan energi baru terbarukan," katanya. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login