IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Faisal Basri : Anehnya Setiap Masalah Migas, Keluarnya Pasti Proyek

Faisal Basri : Anehnya Setiap Masalah Migas, Keluarnya Pasti Proyek

Written By Indopetro portal on Wednesday, 27 May 2015 | 08:40

indoPetroNews.com - Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas), Faisal Basri menyebut konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional sudah mencapai 1,9 juta barel per hari. Hal tersebut diungkapkan, Faisal Basri di acara diskusi media dengan tema 'Revisi Undang-Undang Migas dan Upaya Reformasi Tata Kelola Migas Indonesia' di Kementerian ESDM, Selasa (26/5).

Faisal mengatakan jika tidak pandai-pandai, negara bisa mengalami krisis energi, dan itu bisa terjadi pada 2025 mendatang. Agar hal tersebut tidak terjadi, Faisal mengatakan pemerintah harus menyelesaikan rancangan undang-undang minyak dan gas bumi yang belum kunjung selesai.

"Nih kan dari hulu sampai hilir. Hulu kita lihat begini. Reserve turun terus dan kemudian reserve to production ratio tinggal 11,6 tahun. Jadi Kalau tidak pandai kita ya sebentar lagi habis," tegas Faisal. Apalagi kemudian, lanjut Faisal temuan-temuan cadangan sumur yang didapat relatif kecil. Dibandingkan dengan Vietnam sekalipun, Indonesia hanya berkisar rata rata per sumur hanya 17 juta.

"Kemudian reserve replacement ratio sudah di bawah 50 persen. Untuk gas masih lumayan 90,3 persen merapi trend juga turun. Sementara menganga terus, kan konsumsi dengan produksi. Menganga tahun 2013 itu 741 ribu barel per hari loh," ujarnya.

Produksi turun terus sampai 2050 sementara konsumsi naik dengan kecepatan yang sama maka 20 lebih banding 1. Jadi negeri ini rentan sekali. Hanya 1 per 20 yang kita bisa penuhi dengan produksi sendiri. Tentu saja ada gas dan solar gitu gitu. Tapi kian hari semakin meningkat butuhnya.

"Konsumsi migas meningkat sehingga kesenjangan akan melebar. Empat banding Satu. Kegiatan trading minyak mentah dan BBM jadi lebih dominan dan akan kian dominan ketimbang produksi," kata Faisal.

Menurut Faisal, ini posisi hilir, oleh karena itu ada RDMP dengan up-grading 5 kilang ini diharapkan bisa meningkat 1,68 juta. Pertanyaanya apa ini solusinya? "Aneh ya. Setiap masalah keluarnya proyek. Saat ini proyek RDMP. Ongkosnya 25 miliar dolar AS. Apa hubungannya dengan kemandirian energi?," kata Faisal. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login