IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Gapki Akan Duduk Bersama Pertamina Bahas CPO Suporting Fund

Gapki Akan Duduk Bersama Pertamina Bahas CPO Suporting Fund

Written By Indopetro portal on Friday, 1 May 2015 | 19:35

indoPetroNews.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), mengungkapkan kesiapannya dalam menerapkan kebijakan pemerintah terkait kewajiban mencampur 15% bahan bakar solar dengan biodiesel atau B-15.

Pasalnya kapasitas biodiesel yang ada saat ini sudah mencapai 5,5 juta ton dan itu sudah lebih dari cukup untuk menjalankan kewajiban penerapan B-15 tersebut.

Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono menjelaskan, bahwa pengusaha saat ini hanya tinggal menunggu payung hukum penerapan B-15 ini dari pemerintah yang dijanjikan akan keluar bulan depan.

Menurutnya, begitu aturannya sudah siap, maka pasokan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang melimpah sudah siap diserap industri biodiesel.

"Kami punya bahan baku. Kalau aturan biodiesel keluar, pasarnya juga akan jelas, sehingga tinggal implementasi kebijakan ini," jelas Joko kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/5).

Implementasi kebijakan ini bukan hanya bergantung pada pengusaha CPO dan biodiesel saja, Joko mengatakan, melainkan dari pihak Pertamina juga yang selaku mitra pengusaha yang akan menyerap dan mendistribusikan biodiesel tersebut Pasalnya, hubungan produsen dan Pertamina selama ini tidak berjalan mudah karena tidak ada komitmen yang serius dari pemerintah.

Setelah Pemerintah mengumumkan kebijakannya tentang dana dukungan industri kelapa sawit atau CPO Suporting Fund, maka para pengusaha biodiesel berkomitmen segera duduk bersama dengan Pertamina soal teknis implementasi kebijakan tersebut. Nantinya, dana dukungan ini salah satunya akan digunakan untuk mensubsidi peningkatan pencampuran biodiesel dari saat 10% menjadi 15%.

Jika dalam waktu satu bulan aturan itu bisa keluar, Joko menyatakan, bahwa kebijakan ini kemungkinan baru bisa mulai diterapkan pada semester II tahun ini, "Kami prediksi untuk tahap awal produksi biodiesel hanya 2,5 juta ton tahun ini," tandasnya.

Namun, angka produksi tersebut sebenarnya tak sesuai dengan target pemerintah yang menginginkan produksi biodiesel bisa mencapai 4 juta ton per tahun. Menanggapi hal itu, Joko menuturkan, bahwa target produksi 4 juta ton baru bisa dikejar jika pemerintah bisa memberikan sentimen positif terhadap kebijakan ini.Epan/Untung
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login