IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Papua Nugini dan Indonesia Lanjutkan MoU Soal Energi

Papua Nugini dan Indonesia Lanjutkan MoU Soal Energi

Written By Indopetro portal on Wednesday, 13 May 2015 | 08:09

indoPetroNews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, melanjutkan kerjasama dengan pemerintahan Papua Nugini, terkait persoalan perminyakan dan energi. Menteri ESDM bersama Menteri Minyak dan Energi Papua Nugini, yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri, Rimbink Pato, berkesempatan untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Perminyakan dan Sumber Daya Energi.

"MoU ini merupakan tindak lanjut dan pelaksanaan teknis dari MoU yang telah ditandatangani pada tahun 2013," ujar Sudirman, dalam siaran pers yang diterima indoPetroNews.com, Selasa (12/5).

Diketahui pada 11-12 Mei 2015, Menteri ESDM bersama Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Papua New Guinea, Peter O'Neill. Secara khusus kedua negara bertetangga ini bersepakat untuk melakukan kerjasama eksplorasi migas di wilayah perbatasan.

"Selain itu, disepakati kerjasama pembangunan pembangkit listrik di wilayah perbatasan," kata Sudirman. Ia mengatakan kerjasama pada sektor migas meliputi eksplorasi migas, dimana apabila ditemukan cadangan migas di perbatasan, kedua negara dapat bekerjasama dalam unitisasi maupun operasionalnya. Selain itu kemudahan izin dan rencana pembelian gas dari Papua Nugini untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk yang akan dibangun di wilayah Indonesia.

"Rencana ini merupakan solusi strategis mengingat ladang gas Papua Nugini sangat dekat dengan perbatasan," katanya. Sementara dalam bidang ketenagalistrikan, lanjut Sudirman, adalah penandatangan kesepakatan jual beli tenaga listrik PLN dan PNG Power Limited (PPL). Penandatangan kesepakatan ini akan dilaksanakan setelah COD (Commercial Operation Date) PLTU 2 Papua – Jayapura Holtekamp 2x10 MW, dimana PLN telah menyetujui untuk menyediakan listrik sebesar 2 MW dari jaringan distribusi 20 KV dengan opsi PPL dapat bernegosiasi utuk upgrade kapasitas di masa yang akan datang setelah IPP PLTU Jayapura COD.

"Titik transaksi jual beli listrik dan metering akan kita lakukan antara PLN dan PPL di perbatasan Indonesia (Skouw) dan Papua New Guinea (Wutung)," kata Sudirman.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login