IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pejabat SKK Migas Somasi PT. Bank Mandiri

Pejabat SKK Migas Somasi PT. Bank Mandiri

Written By Indopetro portal on Thursday, 7 May 2015 | 20:33

indoPetroNews.com - Humas Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Zudaldi Rafdi, menyomasi PT Bank Mandiri (Persero) terkait persoalan sejumlah dana yang raib dalam tabungannya.

Diketahui transaksi dana sebesar Rp.6.716.611, diambil di negara Vietnam, Ho Chi Min, sementara pada saat itu Zudaldi sedang berada di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan catatan keimigrasian yang menyebutkan bahwa nasabah yang bersangkutan tidak sedang dalam perjalanan ke luar negeri.

Zudaldi kemudian melayangkan surat somasi melalui kuasa hukumnya, Akmalsyah & Co kepada Manajemen PT. Bank Mandiri.

Diketahui kronologis peristiwa tersebut terjadi pada 25 April 2014, pukul 15.33 WIB, dimana Zudaldi mendapat pemberitahuan bahwa terjadi transaksi dalam akun tabungan Bank Mandiri miliknya sebesar Rp.6.716.611.

Tidak merasa melakukan transaksi, Zudaldi langsung menanyakan kepada pihak Bank Mandiri dan meminta untuk memblokir setiap transaksi debet melalui kartu ATM nya.

Kemudian pada 28 April 2014, dilakukan laporan secara formil kepada pihak Bank Mandiri, dan pihak Bank Mandiri menyatakan dalam percakapan via telepon bahwa transaksi terjadi di luar negeri. Kemudian disampaikan pihak bank bahwa transaksi di wilayah Asia, kemungkinan Hong Kong.

Namun lima bulan kemudian, Bank Mandiri mengeluarkan surat resmi dan menyatakan bahwa transaksi normal tersebut dilakukan di Ho Chi Min, Vietnam.

"Ini jelas-jelas bertolak belakang dengan pernyataan dari Bank Mandiri via telepon yang menyatakan transaksi dilakukan di Hong Kong. Mereka sudah meminta paspor untuk pembuktian, yang mana juga seharusnya terekam dan rekamannya berada di pihak bank," kata kuasa hukum Zudaldi Rafdi, Poernomo Dwinanto SH, di Jakarta, Kamis (7/5).

Zudaldi beranggapan bahwa angka yang raib tidak begitu besar. Namun dia menghimbau agar salah satu bank BUMN di Indonesia ini tidak seenaknya memberikan pernyataan yang tidak masuk akal. Untuk itu, lanjutnya, perusahaan perbankan di Indonesia agar lebih meningkatkan keamanan bagi setiap nasabahnya.

"Iya awalnya mereka katakan transaksi di Hongkong, terus melalui surat resmi yang dikeluarkan oleh kantor cabang mereka bilang lagi transaksinya normal dan dilakukan di Ho Chi Min, Vietnam. Ini bukan persoalan uang tapi kredibiltasnya seperti apa, dan kita perlu peringatkan pihak Mandiri, karena nasabah percaya menyimpan uang di situ, dan keamanan akun rekening kita bagaimana," ujarnya.

Diketahui, sidang pokok perkara kasus somasi ini rencanaya agar digelar pada 13 Mei 2015, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. EHS
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login