IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Penandatanganan PJBG Hasilkan Tiga Kesepakatan

Penandatanganan PJBG Hasilkan Tiga Kesepakatan

Written By Indopetro portal on Tuesday, 5 May 2015 | 06:02

indoPetroNews.com - Perjanjian kesepakatan jual beli gas (PJBG) yang bertujuan memasok proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt menghasilkan tiga kesepakatan. Tiga perjanjian tersebut terdiri atas dua perjanjian jual beli gas (PJBG) dan satu pokok-pokok perjanjian atau Head of Agreement (HOA).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan perjanjian ini berpotensi memberikan tambahan penerimaan negara sekitar Rp3,74 triliun (US$299 juta) selama masa kontrak berlangsung.

"Sedangkan HOA ditandatangani antara PetroChina International Jabung Ltd dengan BUMD PT Bumi Samudra Perkasa yang akan memasok listrik untuk pembangkit PLN di wilayah Jambi," kata Amien melalui pernyataan resmi kepada indoPetroNews.com, Senin lalu (4/5).

Perjanjian yang pertama adalah PJBG antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) ConocoPhillips Grissik Ltd dengan PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas untuk sektor kelistrikan di Sumatera, Jawa bagian barat dan Batam sebesar 40 BBTUD (billion British thermal unit per day) selama tiga tahun.

Perjanjian kedua yakni amandemen PJBG antara Kontraktor KKS Petroselat dengan PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas di untuk kelistrikan di Riau sebesar 5 BBTUD untuk periode 5 tahun.

Amien menambahkan pemanfaatan seluruh gas bumi yang terkontrak ini telah sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 03 tahun 2010 tentang Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri dan Program Listrik 35.000 MW. Dalam merealisasikan program ini, sektor hulu gas bumi diharapkan dapat berkontribusi sebesar 13.400 MW.

SKK Migas mengklaim pasokan gas untuk domestik meningkat rata-rata 9 persen per tahun. SKK Migas terus berkomitmen meningkatkan pasokan gas untuk domestik. Sejak 2003,

Pada 2013 lalu, volume gas untuk memenuhi kebutuhan domestik lebih besar dibandingkan ekspor. Pada 2014, pasokan gas untuk domestik mencapai 59,8%, untuk ekspor sebesar 40,20%.

Sedangkan untuk tahun ini, pemanfaatan gas untuk domestik diperkirakan akan naik menjadi 62,7%, sedangkan untuk ekspor akan turun menjadi 37,3%.

Menurut Amien, kesepakatan pasokan gas domestik ini dapat meringankan beban anggaran nasional agar tidak semakin berat menanggung subsidi akibat pemakaian BBM untuk kelistrikan. "Selain akan mendukung peningkatan rasio elektrifikasi, penggunaan gas ini juga akan menurunkan beban subsidi pemerintah akibat pemakaian BBM untuk kelistrikan," ujarnya.

Namun, selain menyampaikan dukungan sektor hulu migas untuk memasok gas bagi sektor kelistrikan, Amien juga mengimbau kepada sektor kelistrikan, industri dan pengguna gas domestik lainnya agar dapat memahami bahwa harga gas domestik saat ini tidak dapat dipertahankan sama dengan sebelumnya, mengingat sebagian besar temuan cadangan gas saat ini terdapat di daerah remote dan frontier area dengan resiko lebih tinggi, sehingga diperlukan biaya pengembangan lapangan yang semakin tinggi.

Diketahui dalam penandatanganan program pembangkit listrik 35.000 megawatt tersebut dilakukan di Bantul, Yogyakarta, Senin (4/5).Aldi/Epan
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login