IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Penundaan Kenaikan BBM, Pertamina Rugi Miliaran Rupiah

Penundaan Kenaikan BBM, Pertamina Rugi Miliaran Rupiah

Written By Indopetro portal on Tuesday, 19 May 2015 | 13:24

indoPetroNews.com - Berdasarkan perhitungan potensi kerugian yang harus ditanggung, PT Pertamina (Persero) mengaku penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berpotensi merugikan perusahaan hingga miliaran rupiah per hari.

Vice President Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan untuk BBM jenis Pertamax saja kerugiannya mencapai Rp 5,6 miliar per hari. Perhitungan ini mengacu pada besaran selisih harga yang harus ditanggung dan rata-rata volume konsumsi setiap harinya. Harga keekonomian Pertamax saat ini sebesar Rp 9.600 per liter, harga jualnya masih di kisaran Rp 8.800 per liter. Artinya ada selisih harga sebesar Rp 800 per liter. Sementara konsumsi Pertamax setiap harinya sekitar 7 juta kiloliter per hari. "Jelas ada kerugian," kata dia di Jakarta, Selasa (19/5).

Perhitungan potensi kerugian ini baru untuk Pertamax saja, belum memperhitungkan BBM jenis lain. Untuk Solar, meski masih disubsidi, Pertamina juga harus menanggung kerugian. Pemerintah telah menetapkan subsidi tetap bagi Solar, yakni Rp 1.000 per liter. Harga keekonomian solar saat ini menurut perhitungan Pertamina sebesar Rp 9.200 per liter, namun sampai saat ini harga solar masih Rp 6.900 per liter. Ada selisih harga sebesar Rp 2.300 per liter, padahal selisih yang ditanggung pemerintah hanya Rp 1.000 per liter. Artinya Pertamina harus menanggung Rp 1.300 per liter.

Wianda berharap pemerintah bisa segera mengizinkan Pertamina untuk menaikkan harga Pertamax. Dia juga ingin masyarakat mengerti, bahwa Pertamax merupakan produk BBM yang tidak mendapat subsidi dari pemerintah.
Mengenai harganya, Wianda masih belum bisa mengatakan apakah akan merevisi harga Pertamax yang yang diusulkan naik menjadi Rp 9.600 per liter. Dia juga belum bisa menjawab kritikan dari Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri, yang menyebut harga tersebut lebih mahal dari produk kompetitor, Shell, dengan jenis dan kualitas yang sama.

Meski demikian, Wianda membantah jika harga Pertamax dibikin mahal agar produk baru Pertamina yakni Pertalite yang akan segera diluncurkan dapat laku. Menurut dia perhitungan harga Pertamax tersebut, sudah sesuai harga pasar karena bukan merupakan barang subsidi.

"Karena ini memang RON-nya (kadar oktan) lebih tinggi dibanding jenis yg nanti akan diluncurkan itu tentu pertamax akan lebih tinggi. Semacam hukum pasar saja. Memang harganya pasti akan lebih tinggi dari RON di bawahnya," ujar dia.(ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login