IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Persoalan KKKS Dominan Terkait Pemenuhan Komitmen Pasti

Persoalan KKKS Dominan Terkait Pemenuhan Komitmen Pasti

Written By Indopetro portal on Thursday, 28 May 2015 | 07:46

indoPetroNews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkap beberapa kendala yang dihadapi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam pemenuhan komitmen pasti. Wakil Kepala SKK Migas, M.I Zikrullah mengatakan, banyaknya kendala yang dihadapi KKKS membuat pemenuhan komitmen pasti eksplorasi hingga penemuan hidrokarbon memerlukan kekuatan finansial yang besar, kerja keras, dan komitmen tinggi dari KKKS.

"Kami juga berharap, para stakeholder turut mendukung upaya-upaya dalam mendorong kegiatan eksplorasi hingga produksi," katanya usai menyerahkan penghargaan kepada 10 Perwakilan Kontraktor KKS yang di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (27/5).  Diketahui, kendala pasti disebabkan karena persoalan internal KKKS (30 persen), regulasi (19 persen), ketersediaan alat dan operasional (18 persen), subsurface (18 persen), dan fiskal 15 persen.

SKK Migas berkomitmen siap membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi kontraktor, termasuk berupaya mempercepat rencana pengembangan lapangan (persetujuan plan of development/PoD). Sampai dengan Tahun 2015 ini, sebanyak 4 kontraktor KKS mendapat peringkat tertinggi kategori emas, 10 masuk kategori hijau, dan 33 di kategori biru.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 Kontraktor KKS mengalami peningkatan peringkat dibanding tahun 2014 lalu. Rinciannya, 2 kontraktor KKS naik peringkat ke kategori emas, 2 masuk kategori hijau, dan 6 di kategori biru. "Sudah sepantasnya kontraktor eksplorasi yang berkinerja baik mendapat apresiasi," kata Wakil Kepala SKK Migas.

Dia mengingatkan kepada kontraktor yang belum menjalankan dan memenuhi komitmennya untuk memperbaiki kinerja. Tercatat, sebanyak 21 kontraktor berada di zona merah muda, 15 masuk kategori merah, dan sebanyak 13 kontraktor di kategori hitam. "Kami tidak segan memberikan sanksi apabila kontraktor tidak sesuai komitmen," kata dia.

Salah satu langkahnya, lanjut Zikrullah adalah pengiklananan di media, terminasi otomatis, serta mekanisme performance deficiency notice (PDN). Mekanisme PDN ini akan berujung kepada rekomendasi SKK Migas kepada Menteri ESDM untuk terminasi wilayah kerja.

Diketahui, per 22 Mei 2015, jumlah wilayah kerja (WK) yang berada dalama pengawasan dan pengendalian SKK Migas mencapai 321 WK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 239 dalam tahap eksplorasi dan 82 tahap eksploitasi. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login