IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pertamina Rencanakan Penurunan Biaya Toll-fee

Pertamina Rencanakan Penurunan Biaya Toll-fee

Written By Indopetro portal on Thursday, 7 May 2015 | 10:17

indoPetroNews.com - Direktur Operasional PT Pertamina Gas, Wahyudi Hartono, mengatakan saat ini pihaknya memiliki lini bisnis mengoperasikan pipa minyak Tempino Plaju di Jambi, yang mengalirkan minyak mentah dari sumber lapangan atau sumur Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) menuju kilang atau tempat penampungan sementara.

Saat ini, pendistribusian minyak mentah mencapai 13 ribu barel perhari, dengan asumsi target hingga mencapai 14 ribu barel perhari yang berasal dari lapangan di wilayah Jambi dan sekitarnya dari KSO Pertamina hingga beberapa PSC. Namun, dengan penurunan harga minyak mentah dunia hingga mencapai USD 50 per barel, membuat biaya distribusi pun diharapkan akan turun antara 10 hingga 12 persen per barelnya.

"Kita juga sebenarnya kan was-was, karena lini bisnis kita juga sebagai penyalur minyak ke pipa kilang, karena kondisi harga minyak sekarang turun, maka ada indikasi harga toll-fee juga di usulkan ikut turun," ujarnya, di Jakarta, Kamis, (07/05).

Menurutnya, penurunan harga toll-fee penyaluran minyak dari KKKS ke kilang dan penampungan sementara akan dilakukan penyesuaian, namun angka belum bisa dipastikan karena hingga kini masih dilakukan diskusi antara penyalur dan SKK Migas.

"Artinya begini, mungkin saja saat harga minyak turun maka biaya lewat toll-fee di usulkan turun, namun saat harga minyak mentah kembali naik maka toll-fee juga harus naik," ujarnya.

Namun, indikasi penurunan toll-fee minyak dan gas akan berimplikasi pada cash flow atau tingkat pengembalian investasi agak lama, bila dibandingkan dengan harga minyak mentah yang masih berkisaran USD 100 perbarel.

"Penurunan dan penyesuaian dengan harga minyak turun ini kan sampai level berapa, dan ada batas bawah dan batas atas biaya toll-fee, dan jika harga minyak kembali masuk USD 90 hingga USD 100 maka itu sudah aman, kalau sekarang kan toll-fee masih sekitar USD 8,8," ujarnya.

Sementara biaya operasional dan maintenance pengoperasian pipanisasi Plaju Jambi, juga membutuhkan pengembangan-pengembangan seperti peningkatan pelayanan safety right hingga The Big Intelegensi, hingga biaya-biaya perawatan pipa lainnya.

"Memang kita kan masih melakukan perawatan pipa, salah satunya meminimalisir terjadinya ilegal tapping, dengan menggunakan sistem pendeteksian kehandalan pipa, dan proyeknya baru dilakukan tahun 2013 lalu dan selama 5 tahun ke depan baru terlihat apakah ada tingkat krusial, dan kita juga ada sistem komunikasi dan penyaluran secara online," katanya.(Epan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login